Manusia untuk Pertama Kalinya Memasuki Sisi Gelap Bulan, NASA : Kemungkinan Besar Ada Makhluk Luar Angkasa

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Misi Artemis II yang sangat dinantikan mencapai momen penting pada Senin (6 April), ketika empat astronott untuk pertama kalinya memasuki sisi jauh Bulan dan akan kehilangan kontak dengan Bumi selama sekitar 6 jam. Ini merupakan pertama kalinya manusia mengamati sisi belakang Bulan dari jarak dekat, sekaligus menjadi perjalanan terjauh manusia ke luar angkasa hingga saat ini. NASA menyatakan sangat antusias.

Dalam wawancara, NASA juga membuat pernyataan mengejutkan bahwa kemungkinan keberadaan makhluk luar angkasa cukup tinggi.

 “Selamat Hari Paskah untuk semuanya. Seluruh kru kami juga berdiskusi dan ingin menyampaikan sebuah pesan khusus di hari ini. Apa pun keyakinan atau agama Anda, bagi saya ajaran Yesus itu sederhana—yaitu kasih, sebuah kasih yang universal,” kata Astronot  Artemis II, Jeremy Hansen. 

Astronot Christina Koch menambahkan:  “Kami juga menyembunyikan beberapa ‘telur’ di dalam kabin—sebenarnya itu adalah telur orak-arik kering (dehidrasi), tapi semua orang merasa ini sangat menyenangkan.”

Sekitar pukul 00:41 dini hari waktu Timur AS, keempat Astronot Artemis II resmi memasuki pengaruh gravitasi Bulan dan mulai mengikuti jalur orbit yang telah ditentukan untuk melintasi sisi misterius Bulan.

Christina Koch mengatakan:  “Kami sekitar satu jam yang lalu sudah memasuki pengaruh gravitasi Bulan. Yang pasti sekarang, kami ‘jatuh menuju Bulan’, bukan lagi menjauh dari Bumi. Ini adalah tonggak yang luar biasa.”

Diperkirakan mulai pukul 14:34 sore, saat melakukan flyby Bulan, para Astronot akan memasuki wilayah gelap dan kehilangan komunikasi dengan Bumi selama sekitar 6 jam.

Selama periode ini, mereka akan memotret dan mengamati permukaan belakang Bulan, termasuk menangkap fenomena langka yang mirip dengan “gerhana Bulan”.

Sekitar pukul 19:05 malam, mereka akan mencapai titik terjauh dari Bumi, sekitar 252.757 mil (sekitar 407.000 km), melampaui rekor yang sebelumnya dibuat oleh Apollo 13 sekitar 56 tahun lalu, dengan selisih 4.102 mil.

Kepala NASA Jared Isaacman mengatakan:  “Dalam 24 jam ke depan, mereka akan berada di sisi jauh Bulan dan memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa. Kami juga akan memperoleh banyak informasi penting tentang pesawat ruang angkasa, yang sangat penting untuk misi mendatang seperti Artemis III pada 2027 dan Artemis IV pada 2028.”

Dalam wawancara dengan CNN pada Minggu (5 April), Isaacman juga menyatakan bahwa kemungkinan manusia suatu hari menemukan bukti bahwa kita tidak sendirian di alam semesta “cukup tinggi”.

Ia berkata:  “Tugas kami adalah menjelajahi alam semesta dan mencoba mengungkap misterinya, dan salah satu pertanyaan utama adalah—apakah kita sendirian?”

Selain itu, para Astronot juga menunjukkan makanan dalam kemasan yang mereka konsumsi di luar angkasa, seperti koktail udang dan kacang hijau dehidrasi.

Christina Koch menjelaskan:  “Ini adalah koktail udang. Setelah direhidrasi (ditambahkan air), udang akan menyerap air kembali sehingga teksturnya pulih, dan rasanya sebenarnya cukup enak.”

Laporan oleh reporter Liu Jiajia dari New Tang Dynasty Television di Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Masuk Oditurat Militer
• 15 jam lalukompas.com
thumb
4 Tersangka Penyiram Air Keras Andrie Yunus Segera Diadili
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal BAC 2026 Hari Ini 8 April: Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri Siap Tempur di Babak 32 Besar
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Selat Hormuz Dibuka, Anggota DPR: Peluang Perkuat Stok Energi Nasional
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Alasan Sakit, Inara Rusli Mangkir Panggilan Polisi Kasus Dugaan Perzinaan
• 8 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.