Karhutla di Perbatasan Jadi Prioritas, Cegah Asap ke Negara Tetangga

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan guna mencegah kabut asap melintasi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, sejak awal tahun hingga April 2026, upaya pemadaman difokuskan di sejumlah daerah dengan tingkat kemunculan titik panas (hotspot) tinggi, terutama di Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.

“Wilayah-wilayah ini menjadi perhatian utama karena berdekatan dengan negara tetangga. Kita berupaya keras agar asap tidak melintasi batas negara,” ujar Rohmat dalam acara bertajuk Aksi Generasi Muda Mencegah Karhutla yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (8/4). 

Menurutnya, asap lintas batas bukan hanya berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara, tetapi juga menyangkut reputasi Indonesia di tingkat global.

Baca juga : Sejumlah Wilayah Sumatra Rawan Karhutla, Kemenhut Turunkan Manggala Agni

Adapun, berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal, mulai April dan berlangsung hingga Oktober. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kekeringan dan memperbesar risiko karhutla. Selain itu, Indonesia saat ini berpotensi mengalami penguatan fenomena El Nino pada pertengahan hingga akhir tahun. Situasi tersebut dapat memperparah kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

Rohmat mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi secara masif hingga menimbulkan kabut asap lintas negara. Peristiwa serupa terjadi pada 2015 dan 2019 yang menghanguskan jutaan hektare lahan.

Meski demikian, pemerintah mengklaim keberhasilan menekan luas karhutla dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, luas lahan terbakar tercatat sekitar 300 ribu hektare, turun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga : Raja Juli Sebut Indonesia Berhasil Menekan Angka Kebakaran Hutan

Upaya pengendalian dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, serta Manggala Agni dan masyarakat peduli api. Selain pemadaman, pemerintah juga memperkuat langkah pencegahan melalui pemantauan hotspot berbasis teknologi, patroli terpadu, serta sistem peringatan dini. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla.

“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Jangan sampai api membesar baru kita bertindak,” kata Rohmat.

Ia menegaskan, pengendalian karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama di wilayah rawan dan perbatasan. (E-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Lalai Diusut Polisi Usai Bak Penampungan Air Berujung Maut
• 17 jam laludetik.com
thumb
Inflasi Kalsel Terkendali, Pemprov Waspadai Kenaikan Harga Pangan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel Tegaskan Operasi di Lebanon Tak Termasuk dalam Gencatan Senjata AS-Iran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi VIII DPR Sebut Calon Jemaah Haji 2026 Gelisah Koper Belum Sampai
• 7 jam laludetik.com
thumb
Harga Plastik Naik, Purbaya Ungkap Biang Keroknya
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.