Jakarta: Momentum bersejarah 100 tahun Gerakan Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa atau GMIM, diperingati melalui perhelatan selebrasi paskah yang dipusatkan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Puluhan ribu pemuda dari 128 wilayah pelayanan dan 1.006 jemaat di Sulawesi Utara ikut mendoakan indonesia.
Para peserta datang dari sejumlah wilayah pelayanan, seperti Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara hingga Minahasa Tenggara, dan menjadikan momentum ini penuh semangat kebersamaan dan sukacita iman.
Pendeta Darwin Darmawan (Foto:Dok.MetroTV)
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah agung yang dimulai pukul 10.00 WITA dan dipimpin oleh sekretaris umum PGI, Pendeta Darwin Darmawan. Dalam khotbahnya,
Pendeta Darwin mengajak ribuan Pemuda GMIM ikut mendoakan persatuan bangsa hingga perdamaian dunia.
“Dan di momen sukacita ini, kami rindu mendengarkan firman Tuhan. Tetapi untuk dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka,” ucap Pendeta Darwin Darmawan dalam khotbahnya dikutip dari Program Newsline, Selasa, 7 April 2026.
Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM, Penatua Rio Dondokambey (Foto:Dok.MetroTV)
Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM, Penatua Rio Dondokambey mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda GMIM, untuk mempererat tali persaudaraan dan toleransi, sekaligus memperkuat iman dalam perayaan paskah yang sarat makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus.
Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM, Rio Dondokambey, mengajak pemuda merayakan Paskah dan HUT ke-100 GMIM dengan penuh sukacita serta tetap menjaga ketertiban. Ia menegaskan perayaan harus dimaknai sebagai bentuk syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan, serta dijalankan dengan penuh kasih.
Baca Juga :
Taruna Merah Putih Rayakan Hari Ibu Serentak di 5 Kotamadya DKI Jakarta“Tetap ingat bahwa kita pada hari ini merayakan Paskah. Selain HUT 100 tahun tapi juga Paskah juga. Jadi ingat esensi pertama adalah kita mensyukuri bahwa kita sudah diselamatkan oleh Tuhan, diselamatkan dari dosa, diselamatkan dari maut. Jadi apa yang kita lakukan pada hari ini lakukanlah dengan sukacita, tapi sukacita yang benar, sukacita yang penuh dengan kasih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar euforia perayaan tetap dilakukan secara aman dan tertib. Menurutnya, penting bagi peserta untuk menjaga kenyamanan bersama, mengingat perayaan berlangsung di tengah masyarakat yang beragam.
“Maka dari itu nantinya pada saat kita bereuforia, pada saat kita bersenang-senang, tentunya lakukan dengan aman, jaga keamanan dan jaga kenyamanan. Jangan lupa bukan hanya GMIM saja yang tinggal di Kota Manado. Yang artinya ya kita harus jaga kenyamanan kita bersama. Jangan sampai ada kekacauan, jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, apalagi ini acara Gereja. Kita jaga nama Gereja kita, kita jaga nama kita sebagai anak Tuhan Kristen,” ucapnya.
Rio menambahkan, perayaan kali ini diperkirakan menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir dari sisi jumlah peserta.
“Memang sepanjang 5 tahun periodesasi kami, saya rasa ini mungkin akan menjadi yang terbanyak pesertanya dibandingkan 5 tahun lalu,” katanya.
Baca Juga :
Rio Dondokambey Soroti Alokasi Dana Desa TurunSelain perayaan, momentum satu abad GMIM juga ditandai dengan peluncuran buku sejarah yang merangkum perjalanan organisasi pemuda GMIM. Menurut Rio, buku tersebut disusun untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perjalanan sejarah organisasi.
“Buku 100 tahun itu sebenarnya hanya sama seperti buku sejarah lainnya karena kan pemuda-pemuda zaman sekarang, saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi 100 tahun lalu. Jadi buku sejarah yang kami susun itu sudah menceritakan kira-kira apa saja yang terjadi di sepanjang sejarah Pemuda GMIM sampai dengan titik ini. Harapannya itu bisa menjadi pelajaran-pelajaran untuk adik-adik ke depan, untuk pemuda-pemuda di generasi ke depan untuk bisa belajar dari sejarah, belajar dari kesalahan dan kebaikan yang sudah terjadi,” ucap Rio.
Kegiatan selebrasi paskah yang diikuti puluhan ribu Pemuda GMIM diakhiri dengan pawai, pertunjukan teatrikal penyaliban, hingga kebangkitan Yesus Kristus dan konser rohani dari artis lokal dan nasional di Lapangan Karang Ria Sindulang Manado.
Selebrasi paskah dan peringatan satu abad Pemuda GMIM ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan iman sekaligus mempererat solidaritas pemuda gereja dalam menyebarkan pesan kasih, pengharapan, dan semangat kebangkitan Kristus di tengah masyarakat.



