TEHERAN, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya akan membuka Selat Hormuz selama periode gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS)
Ia menyebut pelayaran melalui Selat Hormuz bisa dilakukan dengan koordinasi Angkatan Bersenjata Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi usai Iran menyapakati gencatan senjata dengan AS-Israel selama dua pekan. Gencatan senjata tersebut tercapai melalui mediasi pemerintah Pakistan.
"Selama dua pekan, pelayaran aman melalui Selat Hormuz dimungkinkan via koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," kata Araghchi dalam keterangan tertulis via media sosial, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Investigasi PBB: Kopda Farizal Terbunuh Tank Israel, Mayor Zulmi-Serka Ichwan Gugur karena Peledak
Araghchi menyebut Iran menyetujui gencatan senjata sesuai permintaan dari Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif. Teheran pun sepakat untuk berunding berdasarkan proposal dari AS dan Iran yang masing-masing berisi 15 dan 10 poin ketentuan.
"Jika penyerangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat juga akan menghentikan operasi pertahanan," kata Araghchi.
Sebelumnya, PM Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran efektif berlaku segera. Sharif menyebut gencatan senjata ini akan dilanjutkan dengan perundingan yang akan berlangsung di Islamabad pada Jumat (10/4) mendatang.
Shehbaz Sharif menyebut gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan gencatan senjata tidak mencakup Lebanon dan berniat meneruskan serangan ke negara tersebut.
Baca Juga: Pernyataan Trump usai Iran-AS Sepakati Gencatan Senjata, Klaim Tujuan Perang Tercapai
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gencatan senjata iran
- perang iran
- iran
- selat hormuz
- menlu iran





