JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Angga Raka Prabowo membantah Presiden Prabowo Subianto tidak peka (tone deaf) terhadap situasi sosial di Tanah Air.
Presiden Prabowo justru mendengar aspirasi dan memperhatikan informasi yang beredar di publik.
Informasi itu didapatnya dari beragam sumber, tidak terkecuali sumber yang dapat diakses oleh masyarakat seperti siniar (podcast) YouTube dan buku yang ia baca.
"Ada orang misalnya bilang Presiden hari ini tone deaf, nggak mau denger. Dia jangan-jangan baca informasinya beda sama kita ya, mungkin akunnya beda kali," kata Angga Raka dalam siniar GASPOL! Kompas.com, dikutip Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN, Prabowo Akan Sampaikan Kondisi Ekonomi Makro
"Saya mau tekankan di sini, Pak Prabowo itu hobinya baca, hobinya nonton, hobinya mendengarkan. Dan dengan teknologi hari ini beliau sangat amat melek terhadap apa platform-platform digital," imbuh Angga.
Angga menekankan, kesukaannya terhadap buku sangat besar.
Kepala Negara betah membaca buku hingga berjam-jam.
Hal ini pula yang menunjukkan bahwa Prabowo memahami situasi dan kondisi saat ini.
"Lah kalau baca saja bisa istilahnya berjam-jam, ya pasti nonton," ucapnya.
Angga Raka menuturkan, program yang digulirkan Prabowo juga membuktikan bahwa mantan Danjen Kopassus itu sangat peka.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) misalnya, membuktikan bahwa kondisi anak-anak yang hidup dalam keluarga tidak mampu berada di pikiran Presiden Prabowo.
Baca juga: Ketika Istana Dibuka untuk Publik, Prabowo Disebut Ingin Hapus Kesan Angker
Ia memikirkan nasib anak-anak bangsa di seluruh penjuru Indonesia.
Angga lalu menekankan, pikiran ini belum tentu ada dalam pikiran kritikus, padahal sejatinya ada banyak anak tidak mampu di sekelilingnya.
"Jadi yang saya mau bilang adalah gini, kadang kita bangun tidur, pernah nggak sih kita berpikir (dalam) radius 500 meter, 1 kilo, 2 kilometer dari rumah kita, masih ada nggak sih anak-anak Indonesia yang nggak makan? Masih ada nggak sih anak-anak Indonesia yang tidak merasakan bangku sekolah? Ternyata iya," ujar Angga.
Lebih lanjut Angga juga mengaku tertampar dengan program tersebut.
Ia sebagai orang yang dikenal dekat Presiden Prabowo, kini memahami bahwa program sarat nilai luhur itu sangat berguna bagi masyarakat Indonesia.
"Presiden Republik Indonesia sudah mikir langsung ke bawah. Dia sudah mikirin anak-anak Indonesia masih banyak yang mendapat gizi yang baik. Anak-anak Indonesia masih banyak yang nggak sekolah. Paham kan maksudku? Kita yang kadang-kadang, jangan-jangan kita nih, yang tidak pernah memikirkan mereka," tandas Angga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



