JAKARTA, KOMPAS.com — Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menggelar simulasi pengamanan markas di sekitar Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk skenario aksi unjuk rasa hingga penanganan korban di lapangan.
Selama simulasi berlangsung, Jalan Wijaya II hingga pertigaan Jalan Darmawangsa VI ditutup sementara.
Sejumlah orang memeragakan aksi protes di jalan. Di gerbang masuk, barisan kepolisian berjejer lengkap dengan atribut pengamanan.
Baca juga: Penipu Ngaku Karyawan TV Swasta di Jaksel Jual Motor Pakai Surat Palsu
Sebanyak 700 personel gabungan kepolisian bersama organisasi masyarakat dilibatkan dalam simulasi ini.
Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Jakarta Selatan AKBP Tribuana Roseno mengatakan simulasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan keamanan maupun potensi teror.
“Mengingat isu juga yang sekarang sedang beredar, mungkin perang di Amerika dan juga di Israel dan juga dengan Iran. Nah mungkin takutnya berimbas ke kita, kami sudah dapat mengantisipasi,” jelas Seno kepada wartawan usai simulasi, Selasa.
Menurut Seno, organisasi masyarakat nantinya juga akan dilibatkan dalam pengamanan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam proses simulasi, seorang anggota kepolisian tampak terjatuh. Rekannya kemudian membantu dengan melepas atribut yang digunakan agar korban lebih relaks.
Selanjutnya, polisi tersebut dibawa masuk ke area Mapolres Jakarta Selatan menuju ambulans yang telah disiagakan.
Baca juga: Penipu yang Ngaku Karyawan TV Swasta Ditangkap Saat Akan Jual Motor di Jaksel
Seno menegaskan, jatuhnya anggota tersebut merupakan bagian dari skenario simulasi. Selain unsur pengamanan, Bagian Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) juga dilibatkan untuk menangani kemungkinan korban.
“Itu bagian simulasi. Dokkes juga ada untuk antisipasi korban baik dari personil Polri maupun pengunjuk rasa,” ujar Seno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang