Detik-detik Operasi Penyelamatan Pilot F-15 di Wilayah Iran, Trump Ungkap Informasi Pilot yang Selamat Ternyata Bocor ke Iran

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Akhir pekan lalu, operasi penyelamatan pilot F-15 Amerika Serikat yang hilang menarik perhatian luas. Misi penyelamatan berhasil diselesaikan. Pada  Senin (6/4/2026), Presiden Donald Trump secara mengejutkan mengungkap adanya “orang dalam” di militer AS yang membocorkan informasi kepada Iran, termasuk lokasi pilot kedua, sehingga membuat operasi penyelamatan menjadi sangat berbahaya.

Ia juga menyebutkan bahwa total 155 pesawat militer dari berbagai jenis terlibat dalam operasi tersebut. Meski sempat menghadapi situasi kritis di tahap akhir, misi akhirnya berhasil diselesaikan.

Reporter New Tang Dynasty di Gedung Putih, Tao Ming, melaporkan bahwa Trump menjelaskan secara rinci proses dramatis penyelamatan dua awak F-15 di wilayah pedalaman Iran. Ia mengungkapkan bahwa setelah salah satu pilot berhasil diselamatkan, muncul kebocoran informasi tentang adanya pilot kedua, yang kemudian sampai ke pihak Iran dan mempersulit misi.

Trump bersumpah akan menemukan pelaku kebocoran tersebut.

Trump mengatakan:  “Kita harus menemukan pembocor ini, karena dia orang yang tidak normal. Mungkin dia tidak menyadari betapa seriusnya kebocoran ini.”

Pada Senin (6 April) sore, menurut unggahan di platform X oleh Ryan Grim, seorang jurnalis Israel Amit Segal diduga kuat sebagai pihak yang pertama kali membocorkan informasi tentang pilot kedua. Ia juga mengakui di kanal Telegram-nya bahwa dirinya adalah orang pertama yang mempublikasikan informasi tersebut.

Segal diketahui memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menjelaskan bahwa kebocoran ini membuat Iran mengetahui bahwa ada dua orang yang selamat dari pesawat F-15, sehingga mereka menawarkan hadiah besar dan menggerakkan jutaan warga serta Garda Revolusi untuk melakukan pencarian. Hal ini membuat operasi penyelamatan menjadi jauh lebih menegangkan.

Trump berkata:  “Dalam operasi penyelamatan pilot F-15, militer kami mengerahkan 21 pesawat ke wilayah udara musuh. Banyak di antaranya terbang sangat rendah, bahkan terkena tembakan.”

Tim penyelamat terbang rendah di siang hari, menghadapi hujan peluru, namun dapat melihat kondisi di darat dengan jelas. Akhirnya, sebuah helikopter ringan bersenjata HH-60 berhasil menyelamatkan salah satu pilot.

Pilot tersebut, setelah berhasil melontarkan diri (eject), sempat membalut lukanya sendiri dan bersembunyi di celah batu di punggungan gunung tinggi.

Trump menambahkan:  “Operasi penyelamatan kedua melibatkan 155 pesawat, termasuk 4 pembom, 64 jet tempur, 48 pesawat tanker, dan 13 pesawat penyelamat.”

Selain itu, militer AS sengaja melakukan pencarian di tujuh lokasi berbeda untuk mengelabui musuh, dan akhirnya berhasil menyelamatkan pilot dalam waktu 48 jam.

Namun pada tahap akhir, terjadi insiden berbahaya. Karena lokasi penyelamatan berupa pasir lunak, pesawat angkut berat Lockheed C-130 Hercules terjebak dan tidak bisa lepas landas.

Trump mengatakan bahwa demi evakuasi cepat, ia memerintahkan tiga helikopter ringan untuk membawa semua personel dan sebagian peralatan keluar dari lokasi, lalu menghancurkan dua pesawat C-130 yang terjebak beserta perlengkapannya.

Trump berkata:  “Kami menghancurkan pesawat-pesawat tua itu. Kami meledakkannya hingga hancur berkeping-keping.”

Terkait bagaimana Iran bisa menembak jatuh F-15, Trump mengatakan hal itu lebih karena “keberuntungan” pihak Iran.

Trump kembali memuji kekuatan militer AS, menyatakan bahwa perlengkapan militer Amerika tidak tertandingi oleh negara mana pun.

“Kita berkumpul hari ini untuk merayakan keberhasilan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan tempur terbesar, paling kompleks, dan paling menegangkan dalam sejarah.”

Dalam konferensi pers tersebut, Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan bahwa mencari seorang perwira di pegunungan Iran seperti mencari sebutir pasir di gurun luas.


“Ini juga merupakan perlombaan melawan waktu, karena kami harus segera menemukan pilot yang jatuh, sambil tetap mengelabui musuh,” katanya. 

Dalam sesi tanya jawab, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak menginginkan perang, dan ia percaya bahwa operasi tersebut mendapat perlindungan Tuhan.

Trump:  “Saya percaya Tuhan melindungi kita, karena Tuhan penuh belas kasih dan ingin melihat manusia dijaga.”

Menariknya, terjadi interaksi ringan antara Trump dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine:

Trump: “Kira-kira berapa banyak personel yang kalian kerahkan dalam operasi ini?”
Caine: “Saya rasa itu lebih baik tetap menjadi rahasia.”
Trump: “Baiklah, kita simpan sebagai rahasia.”

Laporan oleh Tao Ming dan Ren Hao dari Gedung Putih, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perluas Basis Pajak, DJP Pede Bisa Raup Penerimaan Rp200 Triliun
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bandar Narkoba 'The Doctor' Terkenal Licin dan Berhasil Kabur saat Ditangkap di Malaysia
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Kinerja 2025 Solid, Saham BBCA Diproyeksi Menguat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya: Rugi Tenaga, Rugi Waktu!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Di Balik Penyegelan Rumah Doa di Tangerang, Ada Izin Bangunan yang "Digantung"
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.