Pemerintah meluncurkan Buku Saku '0% Kemiskinan'. Buku ini berisikan 17 program Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
"Buku ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam jumpa pers, Rabu (8/4).
Qodari menjelaskan, buku ini berisi arah kebijakan Prabowo yang menegaskan bantuan kesejahteraan bukan hanya berlaku sesaat. Dia memastikan, bantuan yang diberikan pemerintah akan berlangsung sepanjang hayat.
"Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua," ungkapnya.
Selain itu, Qodari memaparkan, buku ini memuat integrasi program melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini juga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.
"Dengan sistem satu pintu ini, masyarakat yang terdaftar dalam DTKS akan otomatis terpetakan, ya, terpetakan untuk berbagai program subsidi pemerintah, sekaligus dapat mengecek status desil mereka secara mandiri melalui aplikasi resmi," jelasnya.
Tak hanya itu, buku saku ini menyajikan berbagai perkembangan data sosial seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan ekstrem masyarakat Indonesia.
"Jadi dengan buku ini, mudah-mudahan kehidupan masyarakat kita menjadi lebih baik," ujarnya.
Didukung PemerintahSementara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, menyambut baik diluncurkannya buku ini. Dia menyebut, buku ini akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan pemerintah dalam memberantas kemiskinan.
"Semua kita kompak membantu dalam hal ini adalah membantu menyampaikan informasi apa dan membantu juga saudara-saudara kita yang mungkin belum tahu caranya," ucap Angga.
"Kan bisa jadi ya tadi, saya nggak tahu nih cara bagaimana ke Sekolah Rakyat, saya nggak tahu nih bagaimana saya bisa mendapat program-program PKH misalnya. Karena tadi program ini adalah memastikan bahwa negara hadir sepanjang hayat," lanjutnya.





