Kurangi Emisi Karbon, Pupuk Kaltim Bakal Bangun PLTS 2,3 Megawatt pada 2026

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,3 megawatt (MW) pada 2026. Hal ini dilakukan sebagai implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sekaligus mendukung target pengurangan emisi di sektor industri.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, mengatakan pengembangan energi terbarukan menjadi fokus utama perusahaan dalam memperkuat transformasi menuju industri rendah karbon.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memperkuat implementasi program keberlanjutan melalui inovasi sosial, eco-inovasi, serta pengembangan energi terbarukan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Gusrizal dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Sebelumnya, Pupuk Kaltim telah lebih dulu merealisasikan pembangunan PLTS tahap pertama pada 2022 dengan kapasitas 1,2 MW, serta tahap kedua pada 2024 dengan kapasitas 2,6 MW. Rencana pembangunan PLTS tambahan pada 2026 diharapkan dapat memperkuat bauran energi bersih perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Selain pengembangan PLTS, perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama pemanfaatan karbon dioksida (CO2) sebagai bagian dari implementasi ekonomi karbon. Gusrizal mengatakan, upaya tersebut menjadi strategi jangka panjang untuk menekan emisi sekaligus menciptakan nilai tambah dari proses produksi industri.

Komitmen keberlanjutan Pupuk Kaltim juga diwujudkan melalui berbagai inovasi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis. Pada aspek sosial, perusahaan menjalankan program PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi) yang mengoptimalkan limbah pertanian dan peternakan menjadi energi biogas, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Di sisi lingkungan, Pupuk Kaltim mengembangkan konsep Road to Zero Waste yang mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, limbah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diolah menjadi sumber daya bernilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, dari sisi operasional, Pupuk Kaltim terus meningkatkan efisiensi melalui berbagai inisiatif, seperti revamping Ammonia Pabrik-2 serta pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk, termasuk proyek pabrik soda ash.

Atas berbagai upaya tersebut, Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi yang ke-9 kali berturut-turut diraih perusahaan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja lingkungan, inovasi, serta kontribusi terhadap masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Jaga Keseimbangan Permintaan dan Pasokan BBM
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Asa Mila di Bantaran Rel: Bertahan Hidup di Balik Terpal
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wanita di Bantul Ditangkap usai Beli "Pil Sapi" untuk Mabuk
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Polri Kirim Tim ke Papua Tengah untuk Usut Kematian Polisi di Dogiyai
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.