BEKASI, KOMPAS.com – Jumlah korban meninggal dunia dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi tiga orang.
Korban terbaru adalah Sapta Prihantono (17), seorang pelajar SMK Negeri 15 Kota Bekasi, yang meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) malam setelah mengalami luka bakar serius.
Sapta sebelumnya menjalani perawatan di RS Citra Arafiq Bantargebang dengan luka bakar mencapai 63 persen.
“Iya, korban bertambah. Terakhir tadi malam meninggal. Itu seorang pria, masih pelajar. InsyaAllah ini akan menjadi perhatian,” ujar Bobihoe kepada awak media saat ditemui di Bekasi Selatan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Korban Kebakaran SPBE Bekasi 22 Orang, 2 Meninggal dan 11 Masih Dirawat
Sementara itu, Camat Mustikajaya, Maka Nahrowi, mengatakan bahwa saat kejadian, Sapta dan keluarganya sedang berada di rumahnya yang berlokasi tepat di samping SPBE.
Ia menyebut, satu keluarga Sapta menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Untuk Sapta, satu keluarga yang dirawat lima orang. Karena Sapta meninggal, sisa empat orang. Dua orang dirawat di RSUD Cibitung dan dua lainnya di RS Citra Arafiq,” ujar Maka.
Sebelumnya diberitakan, korban kebakaran SPBE Cimuning atas nama Suyadi dan Djaimun dikabarkan meninggal dunia.
Kedua korban merupakan petugas keamanan PT Indogas Andalan Kita yang mengalami luka bakar parah di atas 90 persen.
“Betul. Korban yang meninggal dunia atas nama Suyadi dengan luka bakar 92 persen dan Djaimun dengan luka bakar 97 persen,” kata Maka.
Baca juga: Polisi Selidiki Unsur Pidana Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Saksi Masih Diperiksa
Suyadi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026), sedangkan Djaimun meninggal pada Senin (6/4/2026).
Menurut Maka, kedua korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Saat ini, proses administrasi masih berlangsung.
“Tinggal penyerahan berkas. Masih diminta melengkapi syarat seperti surat pernyataan waris, kartu keluarga, dan akta kematian,” ujarnya.