Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan proses merger bisnis gula PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food dengan PTPN dapat rampung pada semester II/2026.
Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi besar-besaran BUMN untuk memperkuat industri gula nasional dan mengejar target swasembada.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan langkah konsolidasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi industri gula dari hulu hingga hilir, sekaligus mencapai swasembada gula.
“Yang pertama adalah bahwa sejalan dengan program transformasi yang dilakukan oleh BUMN, kami melakukan proses konsolidasi untuk bisnis sejenis, yaitu kami melakukan restrukturisasi bisnis-bisnis yang sama, kemudian kami melakukan proses konsolidasi,” kata Dony dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat di Komisi VI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dony menjelaskan konsolidasi terhadap lebih dari 1.100 perusahaan BUMN menghasilkan empat langkah utama yang mencakup likuidasi perusahaan tidak layak, divestasi bisnis noninti, konsolidasi, serta restrukturisasi.
Dalam sektor gula, Danantara mencatat terdapat dua entitas besar, yakni pabrik gula di bawah PTPN (SugarCo) dan ID Food. Kedua entitas tersebut akan digabungkan agar fokus bisnis menjadi lebih jelas.
Baca Juga
- ID Food Bakal Divestasi 3 Pabrik Gula, Rampung April 2026
- Stok Beras Tembus Rekor, Mentan Yakin Bisa Tahan 11 Bulan Meski Ada El Nino
- Harga Kedelai Naik, Mentan Minta Importir Tahan Kenaikan dan Jaga Stabilitas Pangan
Dalam hal ini, PTPN akan difokuskan menjadi perusahaan manufaktur di sektor agrikultur, khususnya untuk komoditas gula dan tanaman lainnya. Sementara itu, ID Food akan diarahkan untuk berfokus pada bisnis perdagangan (trading).
“Jadi memang ini sengaja kami lakukan sehingga mereka fokus kepada core business-nya masing-masing,” lanjutnya.
Di sisi lain, Dony mengakui industri gula nasional masih menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari kebocoran gula rafinasi hingga tekanan harga akibat impor.
Dengan konsolidasi ini, Danantara menargetkan terbentuknya satu holding gula nasional yang ditargetkan rampung semester II/2026.
“Konsolidasi daripada PTPN atau SugarCo dengan ID Food tahun ini akan selesai, Bu. Insyaallah mudah-mudahan, dalam semester kedua akan selesai kami lakukan konsolidasi. Dengan demikian kita memiliki satu holding pabrik gula yang menguasai 60% dari total market share yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama ID Food Ghimoyo menjelaskan peran ID Food akan difokuskan pada perdagangan dan distribusi gula nasional pascamerger. Dengan demikian, perusahaan akan diarahkan oleh Danantara untuk fokus pada sektor perdagangan dan distribusi, dengan menyerap hingga 100% produksi gula dari SGN.
“Jadi kami serahkan pabrik, SGN serahkan produknya untuk kami jual karena kami nanti akan mengarah kepada BUMN perdagangan, sehingga kami bisa menguasai sekitar 47% market share nasional,” ujar Ghimoyo.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna memastikan proses penggabungan saat ini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan persetujuan pemegang saham.
“Tadi juga sebagaimana sudah disampaikan oleh Bapak CEO sesuai dengan agenda hari ini, memang rencana penggabungan pabrik gula PTPN dengan ID Food itu sudah dalam tahap penyelesaian,” tutur Denaldy.
Adapun pada tahun lalu, PTPN telah melakukan penandatanganan CSPA atau perjanjian jual-beli bersyarat dengan ID Food. Saat ini, proses tersebut masih berlanjut dengan pemenuhan sejumlah persyaratan yang masih dalam tahap perkembangan, termasuk di antaranya persetujuan dari para pemegang saham dan ketentuan lainnya.





