JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan, pihaknya menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan.
Namun, Politikus Golkar itu mengingatkan bahwa langkah tersebut baru menjadi awal menuju perdamaian jangka panjang dan bersifat permanen.
“Gencatan senjata selama dua pekan ini hanyalah awal. Perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan komitmen jangka panjang, kesediaan untuk menahan diri, serta kesepakatan yang menghormati hukum internasional,” ujar Dave saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Trump Yakin China Ada di Balik Iran untuk Gencatan Senjata dengan AS
Dave menilai, kesepakatan yang dimediasi Pakistan itu menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi instrumen utama dalam meredakan konflik.
Dia pun menilai momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong perundingan lanjutan.
“Indonesia percaya bahwa perundingan lanjutan di Islamabad harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi perdamaian yang lebih kokoh,” kata dia.
Baca juga: Trump dan Komunikasi Esuk Dele Sore Tempe
Selain aspek politik dan keamanan, Dave juga menyoroti dampak positif kesepakatan tersebut terhadap sektor ekonomi global.
Menurut dia, meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah berkontribusi pada penurunan harga minyak dunia.
“Kesepakatan ini juga memberi dampak positif terhadap pasar energi global, dengan harga minyak turun secara signifikan. Stabilitas energi dunia tentu berpengaruh pada perekonomian Indonesia,” ucap Dave.
Baca juga: Sebelum Iran-AS Gencatan Senjata, Warga Teheran Bersiap Hadapi Serangan Trump
Untuk itu, lanjut Dave, momentum gencatan senjata ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya dalam menjaga jalur perdagangan dan pasokan energi tetap aman.
Dave juga optimistis bahwa melalui komitmen bersama, gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
“Indonesia siap berkontribusi dalam upaya internasional untuk memastikan bahwa perdamaian bukan hanya jeda sementara, melainkan sebuah keadaan yang berkelanjutan dan bermartabat bagi semua bangsa,” pungkas Dave.
Baca juga: Sebelum Iran-AS Gencatan Senjata, Warga Teheran Bersiap Hadapi Serangan Trump
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.
Keputusan tersebut diambil setelah diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa dirinya setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu.





