Viral di media sosial keluhan perihal baliho promo film Aku Harus Mati karena dinilai meresahkan, mengganggu psikologis warga, hingga berpotensi pada provokasi ajakan bunuh diri. Baliho tersebut menunjukkan gambar makhluk berwarna biru bermata merah. Visual ini dinilai terlalu ekstrem dan mengganggu. Baliho ini kemudian dicopot di beberapa tempat.
Merespons keluhan masyarakat, GubernurDKI Jakarta Pramono Anung memastikan jajarannya telah memantau langsung permasalahan tersebut. Sebagai bentuk penanganan konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga berwenang guna menertibkan materi promosi yang memicu polemik tersebut.
Eksekusi pencopotan reklame itu langsung dilakukan agar tidak semakin meresahkan masyarakat yang melintas.
"Kemudian di lapangannya kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP dan termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan," ungkap Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4), dikutip dari CNN Indonesia.
Pramono juga memberikan teguran dan peringatan keras kepada para pelaku industri kreatif dan biro iklan agar lebih bijak dalam menampilkan materi visual di ruang publik. Pemakaian strategi pemasaran yang provokatif dan mengabaikan dampak sosial bagi warga Jakarta tidak akan diberi ruang toleransi.
"Tetapi yang prinsip adalah ini tidak boleh terulang kembali. Yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali," sambungnya.
Dilansir dari detikNews, sejauh ini ada tiga papan reklame yang diturunkan berada di Jalan Puri Kembangan Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung) Jakarta Barat dan Pos Polisi Perempatan Harmoni Jakarta Pusat. Dikatakan satu billboard diturunkan Sabtu (4/4), dan dua lagi pada Minggu (5/4).




