Viral Motor Logo Badan Gizi Nasional, Bos BGN Buka Suara

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana buka suara terkait rekaman video yang memperlihatkan deretan sepeda motor berlogo instansinya. 

Video tersebut sebelumnya sempat ramai menjadi perbincangan publik di berbagai platform media sosial.

BACA JUGA: Percepatan Program Dapur 3T BGN Perlu Diimbangi Penguatan Tata Kelola

Dadan menjelaskan pengadaan kendaraan tersebut bagian dari skema perencanaan anggaran instansi untuk 2025.

Motor-motor itu nantinya akan digunakan sebagai fasilitas operasional guna menyukseskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA: Profil 2 Motor Listrik dalam Proyek Makan Bergizi Gratis

Terutama, untuk mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dikutip dari keterangan pers pada Rabu (8/4).

BACA JUGA: Motor Hilang di Parkiran Samsat Saat Bayar Pajak, Polisi Bakal Ganti Rugi?

Kendati unit kendaraan tersebut sudah mulai terlihat di publik, Dadan menegaskan operasional distribusi kepada jajaran di lapangan belum dilaksanakan. 

Saat ini, seluruh unit masih berada dalam pengawasan internal untuk penyelesaian prosedur administrasi kenegaraan.

Kendaraan tersebut wajib didaftarkan secara resmi ke dalam sistem aset negara sebelum diserahkan kepada pihak yang berhak menggunakannya.

Hal ini dilakukan demi menjaga akuntabilitas dan ketepatan pemanfaatan fasilitas dinas di lingkungan BGN.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," tuturnya.

Terkait proses pengadaannya, bos BGN itu mengungkapkan realisasi fisik barang telah dilakukan secara bertahap. 

Prosedur pemenuhan kebutuhan unit kendaraan operasional ini diketahui sudah mulai berjalan sejak bulan Desember 2025 lalu.

Selain masalah distribusi, Dadan juga menglarifikasi isu mengenai volume pengadaan yang disebut mencapai angka fantastis oleh berbagai akun media sosial. 

Dia secara tegas membantah narasi yang menyebutkan jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit.

Dadan pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan kritis dalam menerima berbagai informasi yang belum terjamin kebenarannya.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," katanya menjelaskan. (mcr31/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komplotan Maling Motor Menyamar Jadi Debt Collector


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Menghijau, Tapi Masih Dibayangi Tekanan Global
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
PLN UPT Surabaya Teguhkan Komitmen Anti Penyuapan di Momen Silaturahmi Idulfitri
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Bantu Sopir Truk Asal Wonogiri saat di Jalan, hingga Harta Kekayaan Fantastis Rudy Gunawan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Astrindo (BIPI) Akusisi 20% Saham Entitas Grup OASA, Masuk Bisnis PLTSa
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Tanda Tanya Pemegang Kendali Iran saat Mojtaba Tak Sadarkan Diri
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.