jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana buka suara terkait rekaman video yang memperlihatkan deretan sepeda motor berlogo instansinya.
Video tersebut sebelumnya sempat ramai menjadi perbincangan publik di berbagai platform media sosial.
BACA JUGA: Percepatan Program Dapur 3T BGN Perlu Diimbangi Penguatan Tata Kelola
Dadan menjelaskan pengadaan kendaraan tersebut bagian dari skema perencanaan anggaran instansi untuk 2025.
Motor-motor itu nantinya akan digunakan sebagai fasilitas operasional guna menyukseskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA: Profil 2 Motor Listrik dalam Proyek Makan Bergizi Gratis
Terutama, untuk mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dikutip dari keterangan pers pada Rabu (8/4).
BACA JUGA: Motor Hilang di Parkiran Samsat Saat Bayar Pajak, Polisi Bakal Ganti Rugi?
Kendati unit kendaraan tersebut sudah mulai terlihat di publik, Dadan menegaskan operasional distribusi kepada jajaran di lapangan belum dilaksanakan.
Saat ini, seluruh unit masih berada dalam pengawasan internal untuk penyelesaian prosedur administrasi kenegaraan.
Kendaraan tersebut wajib didaftarkan secara resmi ke dalam sistem aset negara sebelum diserahkan kepada pihak yang berhak menggunakannya.
Hal ini dilakukan demi menjaga akuntabilitas dan ketepatan pemanfaatan fasilitas dinas di lingkungan BGN.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," tuturnya.
Terkait proses pengadaannya, bos BGN itu mengungkapkan realisasi fisik barang telah dilakukan secara bertahap.
Prosedur pemenuhan kebutuhan unit kendaraan operasional ini diketahui sudah mulai berjalan sejak bulan Desember 2025 lalu.
Selain masalah distribusi, Dadan juga menglarifikasi isu mengenai volume pengadaan yang disebut mencapai angka fantastis oleh berbagai akun media sosial.
Dia secara tegas membantah narasi yang menyebutkan jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit.
Dadan pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan kritis dalam menerima berbagai informasi yang belum terjamin kebenarannya.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," katanya menjelaskan. (mcr31/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Komplotan Maling Motor Menyamar Jadi Debt Collector
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




