tvOnenews.com - Kabar mengenai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri bantuan kepada sopir truk asal Wonogiri yang tengah berjuang di jalanan.
Hingga, harta kekayaan mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan yang fantastis berdasarkan data LHKPN.
Kedua informasi tersebut menjadi berita Trend Terpopuler di tvOnenews.com pada Selasa, 7 April 2026. Simak rangkuman beritanya berikut ini.
- YouTube dedi Mulyadi channel
Secara tak terduga, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan kepeduliannya dengan membantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma.
Saat perjalanan dari Tasikmalaya, pria yang disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini bertemu dengan seorang sopir truk bernama Fery dan rekannya Toro.
Keduanya sedang menunggu pihak yang menitipkan sepeda motornya kepada mereka.
Percakapan yang berawal santai berubah menjadi serius ketika Dedi Mulyadi menanyakan asal muatan yang mereka bawa.
Truk tersebut membawa kunyit yang berasal dari Wonogiri. Namun, Dedi merasakan kejanggalan pada plat kendaraan yang digunakan berasal dari Lampung.
Fery mengaku mendapatkan kunyit di Wonogiri namun truk tersebut ia beli dari Lampung. Ia tak mampu memutasi truk miliknya karena terkendala biaya.
Mendengar hal tersebut, Dedi tampak terkejut. “Hah? Kan ganti nomor nggak bayar,” katanya.
“Kan buat cabut berkas,” jawab Fery.
Dedi kembali menegaskan pengalamannya terkait proses tersebut.
“Cabut berkas di Jabar sih sudah, perasaan nggak bayar kita. Kalau disana berapa sih cabut berkasnya?” tanya Dedi.
“Mahal, sampai 10 lah (juta),” kata sopir truk itu.
Simak berita selengkapnya: Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma
- timtvOnenews.com - Taufiq Hidayah
Mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait kebijakan pemerintah daerah.
Kini namanya kembali disebut lantaran jumlah harta kekayaannya fantastis berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Total kekayaan Rudy Gunawan pada tahun 2022 tercatat mencapai Rp19.726.388.813. Angka tersebut mendekati Rp20 miliar dan sebagian besar berasal dari kepemilikan aset tanah.




