Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata, Ritno Kurniawan Dorong Ekonomi Lokal Jadi Penggerak Desa Sejahtera

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ekonomii Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berubah signifikan seiring peralihan mata pencaharian masyarakat dari penebangan kayu ke sektor ekowisata berbasis pelestarian alam.

Salah satunya dirasakan oleh Ritno Kurniawan, yang sebelumnya juga menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan. Kini, ia menjadi salah satu penggerak utama pengembangan ekowisata di wilayah tersebut.

Baca Juga :
Purbaya Blak-blakan Alasan Pemerintah Lebih Pilih Tak Naikkan Harga BBM, Ini Pertimbangannya
Kemangi Kini Jadi Rahasia Baru untuk Perawatan Kulit

Sebelumnya, mayoritas masyarakat desa memperoleh penghasilan dari penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam seminggu. Aktivitas tersebut memiliki risiko keselamatan tinggi serta berpotensi merusak kawasan lindung Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai yang mencakup jalur trekking, lubuk dan kolam alami, hingga arung jeram, Ritno mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung kepada warga.

“Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I merupakan kawasan dengan potensi wisata alam yang besar. Sebelumnya sekitar 80% masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan risiko tinggi terhadap keselamatan serta dampak kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata penghasilan rata-rata mencapai Rp400–500 ribu per minggu,” ujar Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan, dikutip dari keterangannya, Rabu, 8 April 2026.

Perubahan mulai terlihat setelah adanya dukungan program Desa Sejahtera Astra yang memberikan pelatihan sumber daya manusia, penyediaan peralatan, serta pengembangan atraksi wisata seperti arung jeram. Dalam waktu sekitar tiga bulan, masyarakat mulai memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata alam.

Saat ini tercatat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang menjadi pengurus inti. Sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai penebang kayu kini telah beralih menjadi pemandu wisata yang tersertifikasi.

Peningkatan aktivitas wisata juga mendorong tumbuhnya ekonomi desa melalui pengembangan homestay, layanan pemandu wisata, serta usaha pendukung lainnya. Kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara termasuk dari Malaysia, turut meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga :
Peringati Hari Nelayan, Ibas Yudhoyono: Ekonomi Biru jadi Kekuatan Sistem Pangan Nasional
KPK Dalami Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Sudewo
DPR Nilai Sektor Strategis Masih Jadi Penopang Ekonomi di Tengah Tekanan Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Korban Kekerasan TNI Serukan Solidaritas Andrie Yunus, Tolak Pelaku Diadili Peradilan Militer
• 9 jam laludisway.id
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu, 8 April 2026:  Sagittarius Siap Petualangan, Aquarius Punya Ide Brilian
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dakwaan Proyek Pengerukan Kolam Pelabuhan Dipersoalkan, Kuasa Hukum 6 Terdakwa Ajukan Eksepsi
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.005 Usai Gencatan Senjata AS-Iran
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kontras dan TAUD Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pembunuhan Berencana
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.