Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut penambahan biaya pesawat haji akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mulanya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid bertanya apakah Kemenhaj sudah menghitung tambahan biaya avtur di tengah kondisi geopolitik di timur tengah yang memanas.
“Apakah pak menteri atau pak Wamen sudah ada keputusan berapa biaya tambahan biaya avtur? saya lihat perkembangan hari ini, kemarin 116 USD. Sekarang turun dengan adanya informasi akan damai, Sekarang turun jadi 96 USD,” ucap Wachid H dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di DPR pada Rabu (8/4).
Gus Irfan pun menjawab. Ia menyebut, Kemenhaj sudah menghitung biaya tambahan yang diperlukan untuk mengantarkan jemaah. Angka pastinya akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto.
“Seperti yang pernah saya sampaikan kemarin tim dari yang di bawah koordinasi Menko Perekonomian sudah melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dan insyaallah nanti sore akan diumumkan langsung oleh Presiden,” ucap Gus Irfan.
Sementara Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut Prabowo yang akan mengumumkan besaran biaya tambahan pesawat haji.
“Terkait nilainya itu sudah ada tapi nanti akan langsung mungkin disampaikan oleh Presiden, kami sudah dapat nilainya kami sudah hitungkan, akan kami sampaikan kepada presiden. Tapi, memang tim dari Kemenko (Perekonomian) menyampaikan nanti akan disampaikan langsung oleh presiden. Kami tidak ingin mendahului presiden dalam hal ini,” ujar Dahnil.
Jangan Dibebankan ke JemaahSebelumnya, di dalam rapat, Gus Irfan menyebut sudah mendapatkan surat dari para maskapai terkait besaran biaya tambahan yang dibutuhkan dengan skema rute yang sama maupun rute yang berbeda.
Irfan menyebut, Prabowo memberi arahan agar biaya tambahan itu tak dibebankan kepada jemaah.
“Terkait kemungkinan-kemungkinan penambahan biaya yang terkait dengan penerbangan, pemerintah sudah mulai membicarakan ini, membahas ini dalam beberapa rakortas terbaru, yang intinya Presiden Prabowo berharap apa pun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan, beliau minta jangan dibebankan kepada jemaah haji kita,” ucap Gus Irfan.
“Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan untuk kami dan tim untuk mendalami dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang dibutuhkan,” tutur Gus Irfan.





