BEKASI, DISWAY.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi akan segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah jajaran pertamina buntut kebakaran hebat tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosng, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
BACA JUGA:Ada Titik Terang, Penutupan IHSG Sesi I Hijau ke 7.162
BACA JUGA:Lebaran Idul Adha 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Hitungan Kalender Hijriah
Namun, pemanggilan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan jadwal pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Kami ada rapat dulu terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), setelahnya rapat itu, baru kami rapatin (Pemanggilan Pertamina) hari Senin lah paling kami coba tanya ke dinasnya bisa atau tidaknya," ungkap anggota komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton di Bekasi.
Selain itu, Anton juga meminta pertanggungan jawaban kepada pertamina kepada para korban.
"Kami minta Pertamina untuk selalu mengupdate kepada kami Apa aja yang diberikan, masalahnya kan hari sampai detik ini kan yang punya (Pemilik SPBE) ini belum muncul," ungkap dia.
BACA JUGA:Terkuak Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Standar Perizinan Ditelusuri
Hal tersebut dikarenakan adanya indikasi kelalaian sampai menewaskan dua korban pegawai pabrik.
Insiden tersebut terjadi karena adanya kebocoran dari salah satu mobil gas yang tengah mengisi elpiji.
Kebocoran tersebut lah yang menyulut percikan api sampai akhirnya menyebabkan kebakaran sampai sempat terjadi ledakan.
"Emang karena kemarin kebocoran gas itu saking banyaknya kali ya," ucap Anton.
Selain itu, Anton juga akan melakukan pengecekan terkait surat perizinan resmi Ditjen Migas, ia akan melakukan penutupan secara permanen terhadap pabrik tersebut.
BACA JUGA:Success Fee Rp3,6 M Diduga Ditilap Mantan Rekanan, Bro Ron Lapor Polisi!
- 1
- 2
- »





