Danantara Soroti Rugi SugarCo Tembus Rp680 Miliar, Imbas Kebocoran Gula Impor

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara menyoroti kerugian besar yang dialami industri gula nasional akibat regulasi impor yang dinilai belum tepat.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus pelaku industri, Dony Oskaria, mengungkapkan SugarCo mencatat kerugian hingga Rp680 miliar. Kerugian tersebut dipicu harga gula yang tidak kompetitif akibat masuknya gula rafinasi impor ke pasar konsumsi.

Dia menilai kebocoran distribusi gula rafinasi menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat pembenahan industri gula nasional.

“Salah satu tantangan utama adalah kebocoran gula rafinasi yang masuk ke pasar konsumsi,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah dan pelaku industri tengah menyiapkan langkah konsolidasi BUMN gula.

Saat ini, terdapat dua entitas utama dalam industri gula nasional, yakni SugarCo melalui pabrik gula di bawah PT Sinergi Gula Nasional (SGN), serta pabrik gula di bawah ID Food.

Baca Juga

  • Mentan Ungkap 80% Tebu Sudah Tua, Swasembada Gula 2027 Dipenuhi Tantangan
  • BPOM Teken Rancangan Aturan Label Kandungan Gula, Garam & Lemak Produk Pangan
  • ID Food Bakal Divestasi 3 Pabrik Gula, Rampung April 2026

"Kami ingin melakukan proses konsolidasi dengan melakukan merger penggabungan ID Food ke SGN," ungkapnya.

Dony menjelaskan, langkah tersebut bertujuan memperjelas fokus bisnis masing-masing entitas.

SGN akan diarahkan sebagai perusahaan manufaktur berbasis agrikultur yang berfokus pada gula dan komoditas tanaman lainnya. Sementara itu, ID Food akan difokuskan sebagai perusahaan perdagangan.

Menurutnya, konsolidasi itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat kinerja industri gula secara keseluruhan.

Namun, dia menegaskan pembenahan struktur industri tidak akan cukup tanpa dukungan regulasi yang kuat, terutama dalam pengendalian impor dan distribusi gula rafinasi.

Sebelumnya, berbagai intervensi telah dilakukan, termasuk subsidi sebesar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula petani. Meski demikian, langkah tersebut dinilai belum mampu memperbaiki kondisi pasar secara signifikan.

“Jika kondisi ini terus berlanjut, akan sangat sulit bagi industri gula nasional untuk berkembang,” katanya.

Menurut Dony, upaya mendorong swasembada gula dan meningkatkan kesejahteraan petani membutuhkan langkah kebijakan yang konkret dan konsisten.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Nasib Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Panggil 7 Bos Biro Travel untuk Diperiksa Kasus Korupsi Kuota Haji
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kemenpan RB Ingatkan Soal Aturan WFH untuk ASN Mulai Jumat Pekan Ini, Beri Peringatan Jika Tak Patuh
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Ramalan Cuaca BMKG untuk Jabodetabek: Waspada Hujan Sangat Lebat
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Real Madrid vs Bayern Munich Tak Tayang di TV Nasional, Klik Link Streaming di Sini!
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.