Sembilan Rumah Tertimbun Longsor di Deli Serdang, Lima Orang Tewas

kompas.id
4 hari lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS – Lima warga tewas akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Longsor tersebut menimbun sembilan rumah di pinggir Sungai Sembahe, Jalan Medan-Berastagi, setelah hujan deras turun pada Selasa (7/4/2026).

“Petugas gabungan telah menemukan enam korban yang dilaporkan hilang. Lima ditemukan dalam keadaan meninggal dan seorang lagi ditemukan terluka,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, saat memimpin operasi pencarian di Sibolangit, Rabu (8/4).

Bencana longsor tersebut terjadi di perbukitan terjal yang berada di dekat Jembatan Sembahe, Deli Serdang, Selasa sekitar pukul 20.30 WIB. Material longsor itu menimbun permukiman dan sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan diri. Longsor terjadi sesudah hujan deras yang turun setelah kemarau panjang dalam tiga bulan terakhir.

Hery mengatakan, tim dari Kantor SAR Medan langsung datang ke lokasi setelah mendapat informasi tentang bencana itu. Namun, pencarian korban tidak bisa langsung dilakukan karena hujan deras masih turun dan ada potensi longsor susulan. Lalu-lintas Jalan Medan-Berastagi menuju lokasi juga macet parah.

Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Medan, Kepolisian Resor Kota Besar Medan, dan Brimob Polda Sumut, mulai mencari korban pada Rabu sekitar pukul 03.15 WIB, setelah hujan mulai reda. Petugas mengerahkan sejumlah personel dan alat berat untuk melakukan operasi pencarian di permukiman seluas 500 meter persegi itu.

Upaya pencarian membuahkan hasil setelah korban pertama bernama Rizki Sembiring (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pukul 04.08 WIB. Korban meninggal lain yang ditemukan dalam operasi yang dilakukan hingga pukul 07.00 itu adalah Boy Simorangkir (48) dan istrinya, Jamilah Ginting (49), serta Rosilawati Ginting (48) dan Gobal (39).

Satu orang korban selamat ditemukan oleh warga pada Selasa malam, yakni Sehat Tarigan (70). Sehat mengalami luka dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik, Medan.

Baca JugaLima Kabupaten dan Kota di Bengkulu Diterjang Banjir, Terparah di Lebong

Dotra Purba (50), salah seorang korban selamat, mengatakan, hujan deras melanda kawasan itu sejak Selasa sore. Saat malam tiba, sambungan listrik pun padam di permukiman yang berada sekitar 35 kilometer di selatan Kota Medan itu.

“Saya lalu mendengar suara gemuruh yang sangat keras sekitar pukul 20.30. Saya melihat sebagian rumah saya sudah tertimbun tanah lebih dari satu meter. Pintu juga sudah tertutup sehingga saya melompat dari jendela,” kata Dotra.

Warga lainnya juga berupaya melarikan diri dari rumahnya masing-masing. Mereka berkumpul di rumah makan dekat permukiman itu. Warga tidak berani memeriksa rumah-rumah karena hujan masih terus turun. Tanah dari perbukitan juga masih tidak stabil.

Warga pun memeriksa kembali permukiman setelah hujan mulai reda. Mereka menemukan satu orang korban dalam kondisi terluka, yakni Sehat Tarigan. Setelah dilakukan pendataan, warga mengetahui ada lima orang yang masih terjebak di dalam rumah. Petugas lalu datang melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Baca JugaBanjir Berulang di Demak, Warga Mendesak Normalisasi Sungai dan Penguatan Tanggul

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengatakan, pihaknya berfokus melakukan penanganan terhadap sembilan keluarga korban bencana longsor. Untuk sementara, warga memilih mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing.

“Kalau nanti mereka tidak punya tempat, kami siapkan tempat penampungan sementara. Semua kebutuhan dasar korban longsor itu akan kami penuhi selama mereka mengungsi,” kata Asri.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga melakukan mitigasi dengan sosialisasi ke warga yang bermukim di daerah-daerah rawan longsor. Ada lima lokasi yang mengalami longsor di Deli Serdang, tetapi longsor di lokasi lainnya tidak menyebabkan korban.

Menurut Asri, peringatan mengenai cuaca sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak lima hari lalu. Pemerintah meminta warga yang bermukim di daerah-daerah rawan banjir dan longsor meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun.

Saya melihat sebagian rumah saya sudah tertimbun tanah lebih dari satu meter. Pintu juga sudah tertutup sehingga saya melompat dari jendela


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Pertamina Wajib Ikut Protokol Lintasi Selat Hormuz, Dubes Iran: Perlu Negosiasi
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Iran-AS Gagal Sepakat di Perundingan! Pakistan: Junjung Komitmen Gencatan Senjata
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Otto Hasibuan Ungkap Kunci Sukses Jadi Advokat
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Imigrasi Siapkan Jalur Khusus Atlet Asing, Dukung Ekosistem Olahraga Nasional
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Dinkes Kota Makassar Percepat Vaksinasi Campak, Targetkan 108 Ribu Anak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.