JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai merancang terobosan baru untuk mendukung perkembangan olahraga nasional.
Fokusnya jelas: mempermudah layanan keimigrasian bagi atlet dan pelaku industri olahraga dari luar negeri.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menegaskan, peran imigrasi kini tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi sektor strategis, termasuk olahraga.
"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, dengan begitu para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi," katanya usai menonton pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, dikutip Antara, Sabtu (11/4) malam.
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran di Islamabad, Pakar HI Ungkap Peluang Kesepakatan Akhir Perang-Selat Hormuz
Langkah konkret yang disiapkan Imigrasi mencakup beberapa kemudahan layanan yang dirancang lebih efisien dan ramah atlet, antara lain:
- Pembentukan tim khusus sektor olahraga
- Tim ini akan fokus menangani kebutuhan administrasi atlet asing yang datang ke Indonesia.
- Jalur cepat (fast track) di bandara
- Atlet tidak perlu lagi mengantre panjang saat pemeriksaan dokumen di pintu masuk.
- Digitalisasi proses administrasi
- Sistem berbasis aplikasi akan diterapkan untuk meminimalkan pemeriksaan berulang.
Menurut Hendarsam, kemudahan ini penting karena antrean panjang bisa berdampak pada kondisi psikologis atlet dan berujung pada penurunan performa di lapangan.
Sportainment Makin Tumbuh, Mobilitas Atlet Meningkat
Fenomena sportainment yang kian berkembang turut mendorong mobilitas atlet lintas negara.
Kondisi ini membuat kebutuhan akan sistem keimigrasian yang cepat dan adaptif menjadi semakin mendesak.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- imigrasi atlet
- layanan cepat
- atlet asing
- sportainment indonesia
- visa olahraga
- industri olahraga





