REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram berkomitmen menjaga perairan teritorial Nusa Tenggara Barat (NTB) dari segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan. Hal itu usai seorang nelayan Lombok Utara pada Senin (6/4/2026), menemukan benda mirip drone bawah air (UUV) produksi China.
"Sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut yang menegaskan bahwa TNI AL beserta jajaran berkomitmen untuk menjaga setiap jengkal kedaulatan dan keamanan laut NTB," kata Komandan Lanal (Danlanal) Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo di Kota Mataram, Provinsi NTB, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Pendidikan 2.000 Komcad ASN Dimulai 13 April 2026
Nelayan Lombok Temukan Drone Bawah Laut China di Perairan Gili Trawangan
Turki Luncurkan Drone Kamikaze Baykar K2: Bisa Terbang 2.000 Km
Asep menjelaskan, Lanal Mataram tidak akan mentoleransi aktivitas tanpa izin di perairan teritorial NTB, termasuk penggunaan perangkat bawah air yang tidak berkepentingan. Menurut dia, semua pihak yang hendak melakukan kegiatan pariwisata maupun penelitian akademis di kawasan perairan wajib mengantongi izin dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
"Semua kegiatan pariwisata, kepentingan akademis, semuanya harus berdasarkan izin, yang mana izin ini dari Kementerian Pertahanan," kata Asep.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Soal temuan benda mirip UUV, Asep pun mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. "Tetap tenang, tidak berspekulasi, tetap beraktivitas seperti biasa dan segera melaporkan jika ada anomali atau benda-benda asing yang sekiranya membahayakan navigasi dan lainnya," ujar Asep.
Dia mengatakan, benda asing mirip UUV dengan panjang sekitar 3,7 meter, diameter 65 sentimeter, dan berat sekitar 2 ton tersebut telah diamankan petugas. "Benda tersebut telah diamankan di Lanal Mataram di bawah pengawasan ketat oleh kepolisian militer jajaran Lanal Mataram," kata Asep.