Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika mengapresiasi kinerja produksi kendaraan roda empat atau lebih yang disebutnya mengalami pertumbuhan positif.
"Di tengah tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini terus menunjukkan tren positif dan keunggulan membanggakan. Aktivitas di sektor kunci tetap terjaga dan tumbuh. Utamanya sektor industri," kata Putu di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Putu menambahkan, industri otomotif nasional telah mengirimkan kendaraan dalam bentuk bentuk utuh atau completely built up (CBU) ke-93 negara tujuan. Selama 2025, aktivitas ini naik 9,75 persen dibanding 2024 dengan catatkan pengiriman 518.212 unit.
"Sektor kendaraan komersial sendiri menyumbangkan 20.326 unit dari total tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi kendaraan komersial Indonesia telah diakui dan menjadi andalan di pasar internasional," imbuhnya.
Imbas kenaikan ekspor tersebut, Putu bilang selaras dengan peningkatan produksi kendaraan buatan Indonesia. Saat ini, manufaktur otomotif sudah mampu memenuhi produksi pada angka kisaran 1,2 juta unit pada 2025 kemarin.
"Optimistis penyerapan produksi akan dapat memaksimalkan kapasitas produksi industri nasional yang mencapai angka di atas 2 juta unit per tahun. Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi kesempatan penting dan strategis sebagai jembatan yang mempertemukan industri otomotif dalam negeri dengan para konsumen, pengguna, atau pembeli," tandas Putu.
Manufaktur yang berperan paling besar mayoritas masih didominasi oleh pabrikan Jepang. Dipimpin Toyota sebanyak 175.446 unit atau kontribusinya mencakup 33,9 persen, kemudian Daihatsu dengan total 124.848 unit atau 24,1 persen, dan Mitsubishi Motors 105.079 unit (20,3 persen).
Kemudian unit yang dikirim ke luar negeri dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) jumlahnya mencapai 63.263 per unit alias melonjak 36,6 persen dibanding sepanjang 2024 yang hasilkan 46.311 per unit.
Mitsubishi Motors jadi yang paling banyak dengan total 48.157 per unit atau kontribusinya mencapai 76,1 persen). Lalu ada Hyundai menyumbang 8.522 per unit, Suzuki 5.852 per unit, dan Wuling 732 per unit.
Figur pengkapalan komponen otomotif buatan dalam negeri mengalami penurunan dari yang 153.075.695 potong jadi 141.912.643 potong atau turun 7,3 persen. Sebagian besar komponen tersebut dipasok oleh Toyota (91,2 persen) sebanyak 127.952.081 potong.
Kemudian ada Honda yang menyumbang sebanyak 12.891.950 potong, lalu terdapat Hino dengan total 978.412 potong, Hyundai 68.408 potong, dan Suzuki jumlahnya 21.792 potong.
Ekspor mobil dan kendaraan CBU 2025Toyota 175.446 unit
Daihatsu 124.848 unit
Mitsubishi Motors 105.079 unit
Hyundai 54.175 unit
Suzuki 30.636 unit
Honda 17.126 unit
Isuzu 8.000 unit
Wuling 1.679 unit
Chery 745 unit
Hino 434 unit
DFSK 44 unit.
Mitsubishi Motors 48.157 per unit
Hyundai 8.522 per unit
Suzuki 5.852 per unit
Wuling 732 per unit.
Toyota 127.952.081 potong
Honda 12.891.950 potong
Hino 978.412 potong
Hyundai 68.408 potong
Suzuki 21.792 potong.





