Presiden Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang kariernya di bidang militer, politik, hingga ekonomi dalam taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
Prabowo menyebut, dirinya telah lama terlibat dalam berbagai sektor strategis, mulai dari politik hingga dunia usaha.
Ia mengaku telah aktif di politik sejak 2004 dan memimpin partai sejak 2008, serta memiliki pengalaman sebagai prajurit TNI.
Menurut Prabowo, selama bertahun-tahun ia konsisten menyuarakan gagasan terkait ketahanan nasional sebagai dasar keselamatan bangsa.
"Bahkan sebelumya, bertahun-tahun saya berkiprah sebagai pemimpin politik dan pemimpin dan pelaku ekonomi bertahun-tahun, Saya telah memimpin partai politik cukup lama dari 2008 sebelumnya pun saya terlibat dalam politik dari sejak 2004 saya juga pelaku ekonomi, sebagai seorang pengusaha, dan saya juga sebagai mantan prajurit, saya juga sebagai mantan Panglima, saya juga sebagai mantan Jenderal Tentara Nasional Indonesia," ujar Prabowo.
Sebut Sejalan dengan Pandangan GlobalPrabowo menyatakan gagasan tersebut juga sejalan dengan pandangan global yang disampaikan United Nations (PBB).
Ia menyinggung konsep Sustainable Development Goals (SDGs) yang menyoroti potensi krisis global.
"Dalam sekian tahun, saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah dasar keselamatan bangsa," ucap dia.
Menurut Prabowo, dunia menghadapi tiga ancaman utama, yakni krisis pangan, energi, dan air.
Ia mengeklaim isu tersebut telah lama ia suarakan dalam berbagai forum.
"Dan ini dibenarkan oleh PBB oleh United Nations membenarkan ini dalam SDG yang mereka umumkan sustainable development di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan menandai seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Food energy and water ini sudah dicanangkan oleh PBB dan ini sudah saya perjuangkan di mana-mana bertahun-tahun, belasan tahun," kata Prabowo.





