Di Tengah Krisis Global, Prabowo: Bangsa Kita Jauh Lebih Baik dari Negara Lain

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa negara lain banyak terdampak perang di Timur Tengah, salah satunya ialah harga energi atau minyak yang tinggi. 

Namun, ia menegaskan bahwa negara Indonesia jauh lebih baik dari negara lainnya. 

Baca Juga :
Ongkos Haji Berpotensi Naik, Prabowo Minta Tak Dibebankan ke Jemaah
Prabowo Kumpulkan Seluruh Menteri hingga Eselon I di Istana Siang Ini

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam taklimat pada Rapat Kerja (Raker) Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.

Ilustrasi Harga Minyak Dunia
Photo :
  • Outlook Business

"Krisis yang terjadi di Timur Tengah, yang membuat harga energi menjulang, sebenarnya kita harus yakini dan kita harus syukuri bahwa kondisi bangsa kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lain," kata Prabowo. 

Prabowo mengaku telah mempelajari data-data yang berkaitan dengan perang di Timur Tengah. Ia pun segera berkoordinasi dengan beberapa kementerian atau lembaga terkait menyampaikan kondisi global.

Di tengah krisis global akibat perang di Timur Tengah, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia masih dalam kategori aman. Meski, kata dia, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.

"Saya setelah saya mempelajari angka-angka, dapat laporan dari menteri-menteri saya, ternyata kondisi kita cukup aman ya. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mampu mengatasinya," kata dia.

Diketahui, Harga minyak dunia jatuh tajam setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang juga mencakup pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Melansir dari BBC, Rabu, 8 April 2026, minyak acuan global Brent crude tercatat turun sekitar 13 persen ke level US$94,80 atau setara Rp1.611.600 per barel (kurs Rp17.000). Sementara itu, harga minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot lebih dari 15 persen menjadi US$95,75 atau sekitar Rp1.627.750 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga energi melonjak tajam akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah. Konflik yang dimulai pada 28 Februari sempat mendorong harga minyak jauh di atas level normal, dari kisaran US$70 atau sekitar Rp1.190.000 per barel.

Ilustrasi minyak mentah.
Photo :
  • The Cable

Gencatan senjata ini pada dasarnya terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan akan menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Iran kemudian merespons dengan menyatakan kesediaannya menghentikan konflik jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan, sekaligus membuka jalur pelayaran di selat tersebut.

Baca Juga :
Rupiah Menguat di Tengah Seruan Pengetatan Subsidi BBM Imbas Lonjakan Harga Minyak
Purbaya: Keputusan Tahan Harga BBM Tidak Naik Instruksi Prabowo
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Buka Lebar Pintu Istana untuk Anak-anak Sekolah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wanita di Bantul Ditangkap usai Beli "Pil Sapi" untuk Mabuk
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PMB Toys Bangun Tradisi Bermain yang Bertahan Lintas Generasi
• 21 menit lalujpnn.com
thumb
Prospek Saham Sawit TAPG, LSIP hingga AALI terkait Implementasi Program B50
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
OJK cabut izin BPR Sungai Rumbai usai tak bisa dilakukan penyehatan
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Legislator: Jemaah Haji Gelisah Gagal Berangkat karena Belum Dapat Koper
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.