Legislator: Jemaah Haji Gelisah Gagal Berangkat karena Belum Dapat Koper

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengungkapkan bahwa distribusi koper bagi calon jemaah haji 2026 hingga kini belum merata.

Kondisi tersebut dinilai memicu kegelisahan di kalangan jemaah yang khawatir gagal berangkat karena memanasnya konflik di Timur Tengah.

“Ini terus terang pertanyaan-pertanyaan dari anggota ini membutuhkan waktu yang cukup panjang ya, tadi itu ada pemondokan, ada katering ya. Dan juga yang akhir-akhir ini Pak Menteri, masyarakat atau jemaah ini sudah gelisah berangkat dan tidak, ya. Habis begitu, kopernya sampai sekarang belum sampai. Jadi menambah kegelisahan para jemaah,” kata Wachid dalam rapat kerja dengan Kementerian Haji dan Umrah RI, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Hotel Jemaah Haji di Arab Saudi Disorot: Tempat Wudu Tak Layak, Kasur hingga Gorden Usang

Wachid mengungkapkan, jumlah koper yang telah didistribusikan masih jauh dari kebutuhan. Dia mencontohkan, di wilayah Jawa Tengah baru 1.600 dari 20.000 unit koper yang tersedia dan terdistribusi ke jemaah.

“Itu koper 20.000 baru ada 1.600. Saya cek Jawa Tengah itu baru dikirim dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan. Yang ke timur sama selatan belum. Ya, ini kami mohon vendornya siapa. Kalau perlu vendornya kita panggil. Ya, karena ini menimbulkan kegelisahan,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta meski Harga Avtur Naik

Kata Menteri Haji dan Umrah

Menanggapi hal tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI M Irfan Yusuf menjelaskan bahwa distribusi koper dan perlengkapan haji secara umum masih berjalan, meski diakui terdapat kendala signifikan.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan progres distribusi koper mencapai sekitar 58 persen, terutama untuk kloter pemberangkatan awal yang dilayani maskapai Saudia Airlines.

Namun, kendala terjadi pada pengiriman oleh maskapai Garuda Indonesia. Dari 20.617 koper yang telah dikirim, baru 1.653 koper yang terkonfirmasi diterima oleh kantor wilayah.

“Dan ini difokuskan pada kloter-kloter pemberangkatan awal. Namun terdapat kendala signifikan khususnya pada pengiriman oleh Garuda Indonesia di mana dari 20.617 koper yang telah dikirim maskapai, baru 1.653 koper yang terkonfirmasi diterima oleh Kanwil. Ini memang angka yang sangat-sangat kurang,” kata Irfan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Politikus Gerindra itu menambahkan, pihaknya telah meminta Garuda Indonesia untuk segera mempercepat distribusi koper tersebut.

“Karena itu kemarin kita minta pihak Garuda untuk segera memastikan koper-koper bisa diterima dalam waktu yang singkat. Mereka menjanjikan maksimal tanggal 16. Maksimal. Tentu diusahakan sebelum itu sudah bisa diterima oleh calon jemaah,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elang Jawa Baru Menetas di TNGHS Dinamai Garda Nusantara
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wisata Air Terjun Tibu Ijo Berujung Duka, Wanita Tewas Tersangkut di Bebatuan Sungai
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran-Oman Akan Pungut Biaya Transit di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
• 11 jam laludetik.com
thumb
Arab Saudi Berhasil Cegat Tujuh Rudal Balistik dan 18 Drone di Provinsi Timur Dekat Fasilitas Minyak
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Iran Klaim Kemenangan Besar yang Bersejarah
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.