Meski Sepakat Lakukan Gencatan Senjata, Tapi Iran Tetap Pakai Mode Siaga dan Tak Percaya Full terhadap AS

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Rabu (8/4/2026) mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, otoritas Iran menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut bukan berarti akhir dari perang, melainkan jeda untuk merundingkan sejumlah tuntutan yang diajukan Teheran kepada Washington.

Iran mengklaim telah meraih "kemenangan besar" karena Amerika Serikat bersedia menjadikan 10 poin proposal Iran sebagai dasar negosiasi.

Kesepakatan awal disebut dijembatani oleh Perdana Menteri Pakistan, yang menyampaikan kesiapan AS untuk membahas sejumlah isu krusial, termasuk kendali atas Selat Hormuz dan penghentian serangan terhadap kelompok sekutu Iran di kawasan.

Nantinya, perundingan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026), berdasarkan arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, serta persetujuan Dewan Keamanan Nasional.

Meski demikian, Iran menegaskan proses negosiasi akan dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi dan menggunakan mode ketidakpercayaan penuh terhadap Amerika Serikat. Masa gencatan senjata selama dua pekan digunakan untuk memfinalisasi kesepakatan, dengan kemungkinan diperpanjang jika diperlukan.

Untuk menjamin kepatuhan terhadap hasil perundingan, Iran juga menuntut agar kesepakatan nantinya diperkuat melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memiliki kekuatan hukum internasional.

Pemerintah Iran turut mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh proses diplomasi yang tengah berlangsung di bawah pengawasan pimpinan tertinggi negara.

Sepuluh Poin Tuntutan Iran

Mengutip laporan Mehr News Agency, berikut 10 poin tuntutan yang diajukan Iran dalam perundingan dengan AS:

  1. Jaminan dari AS untuk tidak melakukan agresi lanjutan.
  2. Pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.
  3. Pengakuan hak Iran untuk melakukan pengayaan nuklir.
  4. Pencabutan seluruh sanksi utama terhadap Iran.
  5. Pencabutan sanksi sekunder yang berdampak pada mitra Iran.
  6. Penghapusan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran.
  7. Penghapusan resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran.
  8. Pembayaran kompensasi atas kerugian akibat perang.
  9. Penarikan penuh pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.
  10. Penghentian total pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Kerahkan Ribuan Warga sebagai Perisai Manusia di Pembangkit Listrik, Siap Hadapi Ancaman Trump
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Manchester United Perpanjang Kontrak Harry Maguire, Optimistis Musim Depan Bakal Spesial
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Lowongan Kerja Perum Jasa Tirta I April 2026 Dibuka, Cek Posisi, Syarat, dan Cara Daftarnya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Peradi Sudah Salurkan Santunan Rp 6,7 Miliar Untuk Bencana Sumatra
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
BKKBN Babel Galang Sinergi Lintas Sektor untuk Turunkan Tengkes
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.