Negara-Negara Asia Dukung Penuh Gencatan Senjata Dua Pekan AS dan Iran

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur: Sejumlah negara Asia mendukung penuh gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah disepakati kedua pihak pada Selasa kemarin.

Kesepakatan gencatan senjata itu dinilai dapat membuka peluang dalam meredakan konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut kesepakatan tersebut sebagai perkembangan positif. Ia menilai rencana yang diajukan Iran dapat mendorong stabilitas kawasan dan global.

“Proposal ini menjadi pertanda baik bagi pemulihan perdamaian dan stabilitas,” ujar Anwar dalam pernyataannya, dikutip dari media Anadolu Agency, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik yang mencakup Irak, Lebanon, Yaman, serta krisis kemanusiaan di Gaza.

Anwar turut memuji peran Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam upaya diplomasi. Pakistan disebut aktif menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat konflik.

Dari Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyebut gencatan senjata sebagai langkah positif. Pemerintah Jepang berharap kesepakatan ini berlanjut menjadi perdamaian permanen.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya deeskalasi untuk menghindari dampak lebih luas terhadap ekonomi global.

“Kami menilai semakin lama perang berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap ekonomi global dan kemanusiaan,” ujar Albanese. Ia juga menyoroti gangguan pasokan energi akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Mewakili Pemerintah Indonesia, Kementerian Luar Negeri telah menyambut baik gencatan senjata antara AS dan Iran, seraya mendorong adanya penyelesaian damai konflik secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ia sempat mengultimatum Iran untuk membuka kembali jalur energi global tersebut.

Australia menyatakan terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendukung jalur diplomasi. Sejumlah negara seperti Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi juga diapresiasi atas peran mediasi mereka. (Keysa Qanita)

Baca juga: RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Penyelesaian Damai Berkelanjutan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harry Maguire Perpanjang kontrak di Manchester United Hingga 2027
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemlu Upayakan 2 Kapal Pertamina Bisa Segera Lewati Selat Hormuz
• 8 jam laludetik.com
thumb
Pakar Sarankan Pengadilan Koneksitas dalam Kasus Andrie Yunus
• 10 menit lalukompas.com
thumb
Kasasi Delpedro Picu Perdebatan KUHAP Lama vs Baru, Ini Kata Yusril
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Trump Siap Gempur Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Kemlu Iran: Tak Akan Tunduk pada Ancaman
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.