Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menanggapi santai anggapan bahwa dirinya sebagai sosok yang keras kepala. Bahkan, ia sempat melontarkan candaan terkait penilaian tersebut.
"Yang terakhir itu Prabowo keras kepala, kalau saya dibilang keras kepala iya, saya harus terima itu sebagai... saya harus pegang kepala saya ini keras ndak, atau harus apa," ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Negara, Rabu (8/4).
Namun, Prabowo menilai sikap keras kepala dalam konteks tertentu justru diperlukan, terutama dalam memperjuangkan prinsip dan kepentingan bangsa.
"Kadang-kadang keras kepala dalam suatu, pekerjaan dibutuhkan, sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang Iran keras kepala bolak-balik diancam bola-balik mau dihabisi terakhir apa itu, saya tidak ikut politik negara lain. Tapi bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh," lanjutnya.
Ia kemudian menyinggung sejarah perjuangan para pendiri bangsa Indonesia yang menurutnya juga memiliki keteguhan sikap serupa.
"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Keras kepala tidak mau kita dijajah lagi. Keras kepala," tandasnya.




