Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, berakhir mencekam setelah seorang pedagang wanita mencoba menyerang petugas dengan senjata tajam. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang (7/4) dan terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @satpolppjaksel.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat wanita tersebut memberikan perlawanan saat hendak diamankan oleh petugas Satpol PP. Ia meronta dan berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas sambil terus berteriak histeris.
Beberapa petugas terlihat berupaya menenangkan sekaligus menghindari serangan, sebelum akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan pelaku beserta senjata tajamnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat petugas melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di atas trotoar.
“Ibu tersebut berjualan starling di trotoar Rasuna Said. Kami meminta yang bersangkutan untuk menertibkan diri sesuai aturan,” kata Satriadi saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).
Menurut Satriadi, upaya penertiban telah dilakukan secara humanis dengan memberikan teguran dan imbauan. Namun, pedagang tersebut justru menunjukkan perlawanan.
Ia mengungkapkan, pedagang tersebut sebelumnya sudah dua kali ditertibkan di lokasi yang sama. Pada penertiban pertama, yang bersangkutan sempat menuding petugas menerima pungutan liar. Namun, tuduhan tersebut telah diklarifikasi oleh pihak Satpol PP dan dinyatakan tidak benar.
“Setelah itu, yang bersangkutan masih tetap berjualan di lokasi yang sama. Saat ditertibkan kembali, kejadian tersebut kemudian viral di media sosial,” jelasnya.
Situasi memanas ketika pedagang tersebut mengeluarkan benda tajam yang diduga sebagai alat pemecah es dan mengarahkannya ke petugas. Aksi tersebut nyaris melukai anggota Satpol PP yang bertugas.
“Dia sempat mengeluarkan alat tajam dan hampir mengenai anggota. Beruntung, tidak ada petugas yang terluka,” tambahnya.
Meski sempat terjadi perlawanan, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan pedagang tersebut dan mengamankan senjata tajam guna mencegah risiko lebih lanjut.
Satriadi menegaskan bahwa di sepanjang Jalan Rasuna Said memang terdapat sejumlah PKL, namun tidak semuanya menolak penertiban. Pedagang yang terlibat dalam insiden tersebut disebut sebagai salah satu yang membandel.
“Sepanjang jalan itu memang banyak PKL, tapi yang tidak mau ditertibkan ya yang bersangkutan,” katanya.
Pasca kejadian, Satpol PP memastikan kawasan trotoar di Rasuna Said kini telah bersih dari aktivitas PKL karena dilakukan pengawasan secara rutin oleh petugas.
“Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi, karena terus diawasi,” ujarnya.
Terkait risiko kekerasan terhadap petugas di lapangan, Satriadi mengatakan pihaknya menekankan kesiapan perlengkapan pelindung diri (APD) bagi anggota.
“Risikonya memang tinggi. Walaupun kami mengedepankan pendekatan humanis dan profesional, kami tidak bisa memprediksi kondisi di lapangan. Karena itu, petugas harus siap dengan APD yang memadai,” pungkasnya.




