Respons Gencatan Senjata Trump, Iran akan Buka Selat Hormuz di Bawah Kendali IRGC

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden AS Donald Trump pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan masa gencatan senjata dengan Iran selama 2 pekan. Tak lama setelah pengumuman oleh Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mngonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai.

"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahannya," kata Araghchi dikutip Al Jazeera.

Baca Juga
  • Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran Selama 2 Pekan
  • PBB Gagal Sahkan Resolusi Membuka Selat Hormuz Usai Rusia dan China dan Memveto
  • Serangan AS-Israel Rusak Jalur Kereta di Selatan Teheran

"Untuk periode dua pekan, perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan pertimbangan pembatasan teknis," kata Araghchi menambahkan.

Araghchi berterima kasih kepada Pakistan yang menjadi mediator antara Iran dan AS. Pembicaraan lanjutan akan diperkirakan akan digelar di Islamabad beberapa pekan mendatang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lewat platform Truth Social, Donald Trump mengumumkan masa 2 pekan gencatan senjata dengan Iran. Israel dilaporkan setuju sengan keputusan Trump ini. 

"Saya setuju untuk menghentikan sementara pengevoman dan penyerangan ke Iran untuk periode dua pekan, dua sisi gencatan senjata," kata Trump lewat unggahannya Selasa (7/4/2026) atau Rabu WIB. 

Trump mengeklaim keputusan gencatan senjata setelah pembicaraannya dengan pemimpin Pakistan selaku moderator, setelah Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz. Iran merespons keputusan Trump ini dengan mendeklarasikan kemenangan perang.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS, Airlangga Angkat Bicara
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kasus Andrie Yunus, TAUD Datangi Bareskrim Polri
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Perusahaan ‘Kontributor’ Banjir Sumatra Siap Bayar Tagihan Kerusakan Lingkungan
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Melonjak 100%, Pasokan Plastik di Padang Mulai Langka
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Vance Sebut Trump Perpanjang Deadline Selat Hormuz hingga 12 Jam ke Depan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.