WAKIL Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Selasa (7/4), dengan agenda utama penguatan pelestarian satwa liar dilindungi dan ekosistem hutan Jawa. Dalam rangkaian acara tersebut, Wamenhut memberikan nama Garda Nusantara kepada seekor anak burung elang jawa yang baru saja menetas.
Prosesi penamaan diawali dengan pengamatan langsung melalui sistem pemantauan daring (online) di halaman Kantor Balai TNGHS. Setelah pengamatan, Wamenhut secara resmi menuliskan nama tersebut pada sertifikat sebagai simbol perlindungan negara terhadap spesies kunci tersebut.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya beri nama Garda Nusantara. Filosofinya adalah semoga elang jawa ini bisa menjadi penjaga atau pengawal alam Indonesia melalui angkasa," ujar Rohmat.
Baca juga : Populasi Macan Tutul, Elang Jawa, dan Owa Jawa di TNGHS Terancam Punah
Ia menekankan bahwa elang jawa bukan sekadar satwa, melainkan identitas bangsa yang identik dengan Burung Garuda, lambang negara Indonesia. Sebagai predator puncak dalam rantai makanan, kehadiran elang jawa menjadi indikator vital bagi kesehatan ekosistem hutan di Pulau Jawa.
Lebih lanjut, Rohmat memaparkan bahwa populasi elang jawa di seluruh Pulau Jawa menunjukkan tren peningkatan berdasarkan riset terbaru hasil kolaborasi Kementerian Kehutanan dengan berbagai LSM dan NGO.
Keberhasilan ini didorong oleh komitmen pelestarian habitat di wilayah pegunungan, khususnya di TNGHS yang menjadi area bersarang favorit bagi burung pemangsa ini karena keberadaan pohon-pohon tinggi. (I-2)





