FAJAR, BONE — Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone berkolaborasi dengan komunitas Historia Bone serta HMPS Pendidikan Sejarah FIS-H UNM menggelar Seminar Nasional Pengusulan Calon Pahlawan Nasional untuk La Pawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone ke-31 di Gedung PKK Kabupaten Bone.
Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin. Dia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung proses pengusulan hingga mencapai hasil maksimal.
“Semoga seminar ini bukan menjadi akhir, melainkan langkah awal menuju penetapan La Pawawoi Karaeng Sigeri sebagai Pahlawan Nasional. Pemerintah Kabupaten Bone siap memberikan dukungan penuh hingga gelar tersebut terwujud,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni Al, selaku penyelenggara, turut mengapresiasi peran generasi muda, khususnya komunitas Historia Bone, sebagai inisiator dan mitra kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bone ke-696.
“Kegiatan ini tidak hanya memperingati Hari Jadi Bone, tetapi juga menjadi momentum mengenang perjuangan tokoh penting dalam sejarah Bone yang patut diteladani masyarakat,” ungkapnya.
Seminar ini menghadirkan berbagai unsur peserta, mulai dari tokoh adat dan budaya, masyarakat umum, guru sejarah, akademisi, mahasiswa, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Bone.
Ketua Historia Bone, Andi Aso Tenritatta, sebagai inisiator kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Bone atas dukungan yang diberikan. Ia berharap pemuda terus dilibatkan dan diberi ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Harapan kami, pemuda terus dilibatkan dan diberikan ruang untuk berkontribusi aktif demi kemajuan Bone,” katanya.
Adapun narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini antara lain Prof. Dr. Andi Ima Kesuma, M.Pd. (Ketua TP2GD Provinsi Sulawesi Selatan), Prof. Dr. Bahri, M.Pd. (Guru Besar Sejarah UNM sekaligus Ketua P3SI), serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Anshori.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti secara konkret hingga terwujudnya penetapan La Pawawoi Karaeng Sigeri sebagai Pahlawan Nasional. (*/)





