FTSE Pertahankan Status Pasar Modal RI, OJK: Reformasi Pasar Mulai Diakui Global

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif hasil asesmen FTSE Russell dalam pengumuman FTSE Equity Country Classification March 2026 Interim Announcement yang dirilis pada 7 April 2026.

Dalam penilaian FTSE, status Indonesia tetap berada pada kategori Secondary Emerging Market dan tidak masuk ke dalam daftar Watch List.

"Status Indonesia dalam klasifikasi FTSE Russell tetap berada pada kategori Secondary Emerging Market, setara dengan beberapa negara utama seperti Tiongkok dan India. Di samping itu, FTSE Russell tidak memasukan Indonesia ke dalam Watch List," kata Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, dalam keterangan resmi, Rabu (8/4).

OJK menilai hasil asesmen mencerminkan berbagai upaya reformasi yang dilakukan pemerintah dan otoritas pasar modal mulai mendapatkan pengakuan dari penyedia indeks global.

"Inisiatif-inisiatif yang tengah dilakukan melalui implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia menunjukkan progres yang positif dan kredibel di mata global index provider," lanjutnya.

Empat proposal utama yang telah diselesaikan meliputi transparansi data kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen, serta implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC) sebagai mekanisme peringatan dini bagi investor.

Selain itu, OJK juga memperkuat transparansi melalui kewajiban pelaporan pemilik manfaat bagi pemegang saham dengan kepemilikan 10 persen atau lebih.

Menurut Agus, pengakuan atas reformasi ini jadi indikasi meningkatnya kepercayaan investor, baik domestik maupun global, sekaligus menegaskan arah kebijakan Indonesia telah sejalan dengan praktik terbaik internasional.

Ke depan, OJK berkomitmen terus melanjutkan reformasi secara konsisten dan terukur, serta memperkuat komunikasi dengan penyedia indeks global, termasuk FTSE Russell.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Soroti Bahaya AI: Ada Video Saya Bernyanyi dan Pidato Mandarin, Padahal Tidak Pernah
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Buntut Dugaan Pidana Korupsi Bupati Pekalongan, KPK Periksa 63 Pejabat dan ASN
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Andrie Yunus Tulis Surat Ajakan Amicus Curiae Gugatan UU TNI
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Wapres JK Datangi Bareskrim Polri
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Meriah! Suasana Perayaan Paskah Nasional di Manado, Peserta Datang dari Seluruh Indonesia
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.