TANGERANG, KOMPAS.com — Penurunan jumlah pengunjung di kawasan Wisata Rawa Danau Cipondoh, Kota Tangerang, berdampak langsung pada pendapatan pedagang.
Jika sebelumnya mampu meraup omzet hingga Rp 2 juta per hari, kini sebagian pedagang hanya memperoleh sekitar Rp 300.000, bahkan kurang.
Perubahan itu dirasakan Rika Sahara (32), pedagang toko pancing yang ma sih bertahan berjualan di kawasan tersebut. Menurut dia, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika lokasi itu masih ramai dikunjungi wisatawan.
Baca juga: Wisata Rawa Danau Cipondoh Tergerus Banjir, Kini Tersisa Tiga Pedagang
“Dulu bisa sampai Rp 2 juta sehari, sekarang paling Rp 300.000 paling sedikit, paling kalau ramai sampai Rp 500.000, kadang lebih kecil kalau lagi sepi,” ujar Rika saat ditemui Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Menurut dia, turunnya omzet tidak lepas dari berkurangnya jumlah pengunjung. Kawasan yang dulu dipenuhi wisatawan kini cenderung sepi, bahkan sejak menjelang malam.
“Dulu sampai jam satu malam (01.00 WIB) masih ramai. Sekarang habis maghrib juga sudah mulai sepi,” kata Rika.
Ia menuturkan, kondisi tersebut mulai terasa setelah pandemi Covid-19. Meski sempat kembali ramai, jumlah pengunjung perlahan menurun hingga akhirnya sangat terasa pada 2022.
"Setelah Covid-19 masih ramai tapi makin ke sini berkurang. Sepinya mulai terasa di 2022, pendapatan mulai menurun drastis," jelas dia.
Selain itu, kondisi bangunan yang mulai rusak dan kerap terdampak banjir turut memengaruhi minat pengunjung untuk datang. Akibatnya, aktivitas ekonomi di kawasan tersebut ikut melemah.
Seiring menurunnya jumlah pembeli, banyak pedagang memilih meninggalkan lokasi dan mencari tempat lain yang dinilai lebih potensial. Dari 15 lapak yang sebelumnya beroperasi di kawasan wisata tersebut, kini hanya tersisa tiga pedagang.
Baca juga: Wisata Danau Cipondoh Kian Sepi, Fasilitas Rusak dan Pedagang Angkat Kaki
“Pedagang pada pindah sendiri, karena di sini sudah enggak layak dipakai,” imbuh dia.
Hal serupa disampaikan Usuf Sulaiman (38), warga yang telah lama berdagang kopi di kawasan tersebut selama 20 tahun. Ia mengatakan, penurunan pengunjung membuat pendapatan pedagang menjadi tidak menentu.
“Sekarang enggak tentu. Kadang dapat Rp 200.000, kadang Rp 100.000, bahkan bisa lebih kecil,” ujar Usuf.
Padahal, sebelumnya ia bisa meraih pendapatan Rp 500.000 hingga Rp 700.000 meski harga jual masih relatif murah.
"Waktu itu penuh banget pengunjung, sampai-sampai banyak yang pesan kopi tapi enggak ke pegang," kata dia.
Kini, kondisi berbanding terbalik. Pengunjung yang datang mayoritas hanya pemancing, berbeda dengan sebelumnya yang berasal dari berbagai kalangan.
Kondisi ini membuat pedagang yang masih bertahan harus menyesuaikan diri dengan situasi yang ada, meski pendapatan jauh menurun dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, mereka berharap kawasan Wisata Rawa Danau Cipondoh dapat kembali ditata agar menarik minat pengunjung dan menghidupkan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.
"Pengennya sih diperbaiki tempat ini biar ramai pengunjung lagi," kata Usuf.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




