Prabowo Sebut Pemerintah Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center).

Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.

"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat," kata Prabowo, saat memberikan taklimat kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga eselon I kementerian, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Provinsi Bali.

Baca juga: Prabowo Pastikan BBM Subsidi Akan Tetap Dipertahankan untuk Rakyat

Prabowo menilai, usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.

Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.

Kini, ia menilai, bahwa inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," kata dia.

Prabowo menambahkan, langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru.

Baca juga: Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam hal ini, ia melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.

"Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi, ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti," tutup dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wajib Tahu! Ini Tanda-Tanda Awal Kelistrikan Motor Bermasalah & Cara Perawatannya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Wanita di Malang Ditipu Saat Nikah: Suaminya Wanita, Terungkap di Malam Pertama
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
HR-V Tabrak 4 Motor di Joglo, Polisi: Salah Injak Gas
• 8 jam laludisway.id
thumb
Bintang Friends David Schwimmer Kecam Kanye West, Nilai Tak Layak Diberi Panggung
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lebaran Betawi 2026 Digelar 10–12 April, Ini Lokasi dan Rangkaian Acaranya
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.