Skenario Perang Iran-AS: Damai di April atau Memanas hingga November

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Pengunjuk rasa menempatkan stiker di atas foto Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memprotes permintaan Trump kepada sejumlah negara untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, di dekat Kedubes AS di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/3/2026). (Sumber: AP Photo/Lee Jin-man)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran belum tentu menjadi jalan menuju perdamaian. 

Di balik jeda sementara ini, para analis justru melihat konflik masih sangat cair dan berpotensi bergerak ke berbagai arah—dari damai cepat hingga perang berkepanjangan.

Peneliti senior keamanan Indo-Pasifik, Aisha Kusumasomantri menilai, arah konflik ke depan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor ekonomi, politik, hingga dinamika aktor regional.

Baca Juga: AS Dinilai Terpojok tapi Menang Taktis atas Iran, Pakar: Gencatan Senjata Hanya “Tactical Pause”

Aisha menyoroti pola komunikasi Presiden Donald Trump yang kerap berdampak langsung pada pasar global.

Menurutnya, setiap kali harga minyak naik dan pasar saham melemah, Trump cenderung mengeluarkan pernyataan yang berbalik arah, sehingga harga minyak turun dan pasar kembali menguat.

“Nah, ini kan tren yang sebenarnya tidak biasa di dalam keadaan perang. Dan kita sebenarnya saat ini masih menebak-nebak nih di mana sebenarnya tujuan dari Trump ke depannya,” ujarnya dalam dialog Kompas Petang, Rabu (8/4/2026).

Gencatan senjata ini dinilai menguntungkan kedua pihak dalam jangka pendek.

Bagi Amerika Serikat, jeda ini memberikan waktu untuk menekan harga energi dan menjaga stabilitas ekonomi global.

Termasuk sektor penting seperti pupuk berbasis nitrogen dan material industri seperti helium yang berperan dalam produksi semikonduktor.

Sementara itu, Iran memanfaatkan jeda untuk merapikan kembali strategi dan memperkuat kapasitas militernya setelah mengalami tekanan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Israel Tidak Terlibat, Risiko Sabotase Terbuka

Salah satu celah terbesar dalam gencatan senjata ini adalah tidak dilibatkannya Israel secara penuh dalam kesepakatan.

Menurut Aisha, hal ini membuka kemungkinan terjadinya sabotase atau eskalasi baru yang dapat menggagalkan proses perdamaian.

Baca Juga: Kemlu RI: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

“Tetapi ini kita juga harus waspada apakah di masa depan nanti akan ada sabotase-sabotase yang dilakukan oleh Israel atau bahkan worst case scenario itu adalah kemudian mundurnya Amerika Serikat karena tadi ya pengaruh dan tekanan diplomatik dari Israel," paparnya.

Aisha menilai Washington, khususnya Trump, sedang mencari exit strategy dari konflik tanpa terlihat kalah secara politik.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • skenario perang Iran AS 2026
  • prediksi konflik Iran AS
  • ceasefire Iran AS analisis
  • Trump strategi perang ekonomi
  • konflik Iran Israel terbaru
  • geopolitik Timur Tengah 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Lurah, 2 Pejabat Kelurahan Kalisari Diduga Terlibat Kasus Laporan Warga di JAKI Direspons AI
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Kisah Pinkan Mambo hadapi masalah ekonomi, jual mobil hingga ngamen demi biaya hidup dan sekolah anak
• 2 jam lalubrilio.net
thumb
37 Korban Keracunan MBG di Jakarta Timur Masih Dirawat di Rumah Sakit
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Menaker Yassierli Bebaskan Perusahaan Tentukan Hari WFH, Tekankan Fleksibilitas Tanpa Ganggu Produktivitas
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Terobosan Baru Dedi Mulyadi untuk Warga Jawa Barat, dalam Waktu 3 Tahun Kedepan Punya Listrik dari Sampah
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.