Peneliti & Dosen Geostrategi-Geopolitik soal Peluang Damai Pasca AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.TV - Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata. Negosiasi ini dibayangi proposal kedua negara yang bertentangan untuk mengakhiri perang. AS dan Iran sama-sama mengklaim penundaan serangan ini sebagai kemenangan.

Gencatan senjata yang diusulkan Pakistan ini disepakati hanya satu jam menjelang tenggat serangan AS ke Iran. Sebelumnya, AS mengancam akan menghancurkan Iran, termasuk menyasar fasilitas sipil.

“Pakistan meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz. Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social miliknya.

Gencatan senjata disambut gembira warga Iran. Warga Teheran sebelumnya berkumpul di fasilitas penting di Iran menjelang tenggat waktu ultimatum dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Iran meminta warga berkumpul untuk membentuk rantai manusia di sejumlah jembatan guna mencegah serangan.

Sementara dalam platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan apresiasinya, antara lain kepada Shehbaz Sharif, atas upayanya membantu mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah. Menlu Iran menyebut, untuk menanggapi permintaan PM Pakistan dan juga mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat, maka negosiasi nantinya akan berdasarkan poin-poin yang sudah disampaikan sebelumnya.

Abbas Araghchi menuliskan, atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka angkatan bersenjata Iran juga akan menghentikan operasi pertahanannya.

Gencatan senjata terwujud usai Trump menyetujui 10 poin syarat dari Iran. Dari 10 poin itu, di antaranya komitmen prinsipil AS untuk tidak melakukan agresi, kelanjutan kontrol Iran atas Selat Hormuz, pembayaran kompensasi kepada Iran, penarikan pasukan tempur AS dari kawasan, hingga penghentian perang di semua front, termasuk terhadap perlawanan Islam di Lebanon.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan telah menerima gencatan senjata selama dua minggu ke depan. Iran akan bernegosiasi dengan AS di Islamabad, Pakistan, pada Jumat, 10 April 2026. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam akun X.

Shehbaz Sharif menuliskan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata, termasuk di Lebanon, yang berlaku efektif segera. Ia juga mengundang delegasi kedua negara ke Islamabad pada 10 April 2026 untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif.

Namun, Israel masih enggan menyudahi peperangan dengan sekutu Iran, Hizbullah. Hal ini menjadi ujian bagi gencatan senjata pertama selama dua pekan yang telah disepakati Iran dan Amerika.

Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan. Namun sekutu AS, Israel, belum turut dalam kesepakatan lantaran menolak syarat Iran yang meminta tidak ada serangan di Lebanon.

Lalu bagaimana peluang perdamaian? Kita bahas bersama dosen geostrategi dan geopolitik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, serta peneliti senior keamanan Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga: Guru Besar UGM dan Dosen HI soal Gencatan Senjata AS-Iran, Tanda Akhir Perang Timur Tengah?

#iran #israel #as #gencatansenjata #timurtengah

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV

Tag
  • as iran gencatan senjata
  • gencatan senjata
  • as
  • trump
  • iran
  • israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Ungkap Kebijakan Baru Prabowo di Tengah Gejolak Global
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo: Yang Mau Jadi Presiden, Selamat deh, Aku Udah Terlanjur, Gak Ada Libur
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Penggelapan Rp5,2 Miliar, Tiga Saksi Ungkap Pola Pengiriman dalam Perkara Vera Mumek
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Tren Gaya Hidup Gen Z: Zero Waste, Slow Travel, dan Kembali ke Alam
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.