Memperluas Akses Kerja ke Luar Negeri, Kemdiktisaintek Mengoptimalkan CDC Perguruan Tinggi

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengoptimalkan Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem yang mendorong lahirnya talenta global.

“Hari ini kami sedang merancang sebuah formula yang efektif untuk memasifkan kerja ke luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Pertemuan ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya dan pola pikir baru terkait bekerja di luar negeri,” ujar Wamen Fauzan.

BACA JUGA: CDC 2025: Sorot Perdagangan Kredit Karbon Berkelanjutan hingga Banjir Sumatra

Dia menyampaikan itu saat membuka Forum Diskusi dan Sosialisasi: Peluang dan Tantangan Tenaga Kerja Terampil Indonesia untuk Bekerja di Luar Negeri melalui Penguatan Career Development Center (CDC) di Perguruan Tinggi, Rabu (8/4). Forum itu digelar untuk terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap peluang kerja lintas negara.

Adapun transformasi pendidikan tinggi menyorot pada peningkatan kualitas akademik serta penguatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global. Dalam menghadapi dinamika pasar tenaga kerja internasional yang makin kompetitif, perguruan tinggi berperan strategis menyiapkan talenta terampil yang mampu bersaing di pasar global.

BACA JUGA: Kepala BSKDN Berharap Pemkot Surakarta jadi Pengguna Utama Inovasi Perguruan Tinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), jumlah PMI yang ditempatkan di luar negeri sekitar 296 ribu, dengan total remitansi yang dihasilkan Rp 280 triliun.

Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan pekerja migran terhadap perekonomian nasional. Namun, dibandingkan dengan negara lain, seperti Filipina dan India, jumlah tenaga kerja terampil Indonesia yang bekerja di luar negeri masih relatif terbatas, terutama pada sektor-sektor berkeahlian tinggi (high-skilled workers).

BACA JUGA: Kemdiktisaintek Longgarkan Persyaratan Tugas Belajar PNS, Usia 57 Tahun Bisa Daftar

Di sisi lain, laporan global terkait ketenagakerjaan menunjukkan adanya kekurangan tenaga kerja terampil (talent shortage) di berbagai negara tujuan, khususnya pada sektor kesehatan, manufaktur, dan teknologi. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja terampil di pasar global.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi menyampaikan bahwa penguatan peran perguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan keterserapan lulusan sekaligus menjawab kebutuhan global akan tenaga kerja terampil.

“Di tingkat global terdapat kekurangan tenaga kerja terampil. Perguruan tinggi merupakan sentra utama untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” jelas Dirjen Khairul.

Penguatan CDC di perguruan tinggi menjadi instrumen penting dalam menyiapkan lulusan agar siap memasuki pasar kerja global, melalui penguatan kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan mental dan budaya kerja.

Saat ini, tercatat terdapat sekitar 170 CDC berbasis kampus di Indonesia. Penguatan CDC ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan industri global dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

Kerja sama dengan KP2MI juga terus diperkuat untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan pasar kerja luar negeri dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (Dirjen P3KLN) KP2MI Dwi Setiawan Susanto memaparkan terkait migrant center yang tengah dikembangkan oleh KP2MI.

“Setiap kampus memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kapasitas yang dibutuhkan berbeda-beda pula. Indonesia punya berbagai sektor unggulan. Center-center ini harus dimanfaatkan dan kolaborasikan bersama,” ujar Dirjen Dwi.

Ke depan, Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi menghasilkan lulusan berkualitas, serta membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Episode Perdana Turun Ranjang Tembus 10 Besar Rating, Sinetron Baru Arya Saloka Naik 2 Peringkat
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mariano Peralta Digoda Persebaya, Persib, hingga Persija! Nabil Husien: Not for Sale
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Inggris Punya Makna Spesial buat The Changcuters, Ini Alasannya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Astra Motor Ambon Naik Level, Gedung Baru Hadirkan Layanan Lebih Cepat dan Nyaman
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Mentan Siapkan Rp4 Triliun untuk Pompanisasi Hadapi Ancaman El Nino
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.