Liputan6.com, Jakarta - Keluarga korban dugaan kekerasan oknum TNI mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Mereka menolak pelaku diadili di peradilan militer.
Seruan itu disampaikan Eva Meliani Pasaribu saat aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Advertisement
“Hidup korban, jangan diam, lawan. Mata Andrie adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan,” kata Eva kepada wartawan.
Eva merupakan anak almarhum Rico Sempurna Pasaribu, wartawan yang tewas bersama keluarganya dalam pembakaran rumah di Kabanjahe, Kabupaten Karo, 27 Juni 2024.
“Bukan hanya ayah saya, ibu, adik, dan anak saya juga meninggal. Kami menduga ada keterlibatan oknum TNI yang sampai saat ini belum terungkap,” ujarnya.
Dia mengaku paham betul penderitaan korban yang menunggu keadilan. “Keadilan tidak akan datang kalau kita diam,” tegasnya.
Menurut Eva, luka makin dalam saat berhadapan dengan aparat. Ia menyebut terduga pelaku masih bebas, bertugas, dan digaji negara.
“Saya hidup sebatang kara, tapi tidak kehilangan harapan. Saya didampingi, salah satunya Bang Andrie Yunus,” ucapnya.
Dia mengecam keras penyiraman air keras terhadap Andrie dan mendesak pengusutan tuntas. “Keadilan tidak boleh mati,” katanya.




