Analis Bantah Klaim Kemenangan Israel Sekaligus Mengajarkan Apa Maknanya yang Benar

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AIVV— Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak suara di Israel yang memperingatkan tentang melebarnya jurang antara retorika resmi yang berbicara tentang prestasi besar dan kemenangan yang telah diraih.

Padahal realitas di lapangan jauh lebih kompleks, yang menunjukkan bahwa musuh-musuh Israel tetap mampu bertahan, menata kembali barisan mereka, dan terus memberikan pukulan kepada front dalam negeri Israel.

Penilaian ulang ini tidak terbatas pada kinerja militer langsung, melainkan meluas ke inti sistem intelijen dan politik yang menjadi dasar keputusan perang dan penilaian kemenangan Israel.

Dari Iran hingga Lebanon, dan sebelumnya di Jalur Gaza, pola yang sama terulang: perkiraan optimis mengenai efek jera, melebih-lebihkan pengukuran kerusakan yang diderita lawan, serta asumsi bahwa serangan keras akan segera menyebabkan runtuhnya tekad musuh, penggulingan rezim, atau pemaksaan penyelesaian dengan syarat-syarat Israel.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun, kenyataannya, berulang kali, berjalan ke arah yang berbeda, dan menunjukkan bahwa apa yang disajikan kepada publik sebagai kemenangan tidak selalu lebih dari sekadar citra politik dan media yang sementara, yang dengan cepat terkikis di bawah tekanan lapangan.

Retorika kemenangan yang tak didukung fakta

Penulis senior di surat kabar Yedioth Ahronoth, Nahum Barnea—dalam artikel yang diterbitkan pada Senin, 6 April lalu—dilansir Aljazera, memulai tulisannya dengan kritik langsung terhadap retorika Kemenangan Besar", dengan pandangan bahwa fakta-fakta itu sendiri tidak mendukungnya.

Penembakan pesawat, serta kemampuan lawan yang terus berlanjut untuk memperbaiki sistemnya dan membalas dengan rudal dan drone, semuanya merupakan indikator yang bertentangan dengan perayaan politik.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernyataan Trump usai Iran-AS Sepakati Gencatan Senjata, Klaim Tujuan Perang Tercapai
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Hanya Lurah, 2 Pejabat Kelurahan Kalisari Diduga Terlibat Kasus Laporan Warga di JAKI Direspons AI
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Bung Ropan Curiga 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday, hingga Vietnam Girang Pamer Ranking Liga
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Dituntut 2 Tahun Penjara, Mantan Karyawan Justru Sampaikan Terima Kasih pada Ashanty dan Anang Hermansyah
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Istana Gelar Raker Hari Ini, 800 Tamu Undangan Akan Hadir
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.