Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel 50% (B50) pada 1 Juli 2026. Kebijakan itu dinilai akan menghemat anggaran subsidi sebesar Rp48 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa seiring dengan lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi. Pemerintah misalnya mencari solusi pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu yang akan diterapkan kemudian adalah B50, yakni campuran 50% bahan bakar nabati (sawit/CPO) dengan 50% solar.
"Dan kita sudah menyepakati per 1 Juli B50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun," ujar Airlangga usai rapat kerja (raker) pemerintah yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Selain menghemat anggaran subsidi, kebijakan B50 dinilai mampu menekan impor BBM hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan B50 telah dilakukan uji coba selama hampir enam bulan. Uju coba B50 diterapkan pada berbagai peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, dan truk.
Baca Juga
- Roadmap Biodiesel Meluncur, Solar Nonsubsidi Campur B50 Jalan 2028
- Harga Biodiesel dan Bioetanol Kompak Naik pada April 2026
- Kewajiban Solar Campur Biodiesel Sawit 50% Jalan Mulai 1 Juli 2026
Adapun, tahap uji coba B50 hampir selesai. Kebijakan itu pun siap diimplementasikan sesuai rencana.
“Uji coba masih terus berjalan, tetapi sebentar lagi akan final. Hingga hari ini, hasilnya alhamdulillah cukup baik. Mulai 1 Juli, B50 akan diterapkan,” kata Bahlil.
Bahan bakar B50 itu menurut Bahlil telah memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati oleh para pemangku kepentingan, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan FAME.
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah optimistis implementasi program biodiesel B50 akan memberikan dampak positif, termasuk potensi surplus solar. Ditambah, proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur akan segera beroperasi.





