Buku Saku 0% Dirilis, Strategi Negara Menuju Kesejahteraan Merata

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bersama Badan Komunikasi Pemerintah meluncurkan Buku Saku '0%, Penerima Manfaat dan Penerima Kesejahteraan'. Buku ini dirancang sebagai panduan ringkas bagi publik untuk memahami berbagai program bantuan pemerintah sekaligus memperkuat transparansi penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.

Acara peluncuran digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu pagi, 8 April 2026. Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta sejumlah pengamat kebijakan publik.

Buku saku ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi program kesejahteraan secara sederhana dan terintegrasi. Buku Saku 0% mengusung pendekatan dukungan kesejahteraan sepanjang hayat dengan menekankan kehadiran negara pada semua kelompok masyarakat, dari masa kandungan hingga usia lanjut.
  Baca juga: Rilis Buku Saku 0%, Bakom RI: Transparansi Pemerintah Hapus Kemiskinan Ekstrem
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menjelaskan, buku saku ini tidak hanya memuat daftar program bantuan, tetapi juga menjadi instrumen transparansi sekaligus panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami hak dan cara mengakses berbagai dukungan pemerintah.

"Peluncuran buku saku ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas sekaligus menyampaikan kebijakan secara ringkas dan mudah dipahami. Buku ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah," kata Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 8 April 2026.

Melalui strategi program kemiskinan 0%, Buku Saku ini juga diharapkan menjadi panduan praktis menuju kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kesejahteraan bukan bantuan sesaat, melainkan dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat. Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua," ujar dia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sopir Penabrak Bocah WNI di Singapura Didakwa, Terancam Vonis Penjara dan Denda
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gedung Lantai 2 di Polres Jakbar Sempat Terbakar, Kini Api Sudah Padam
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Rumah Ibadah Tesalonika Dibuka Kembali, Seruan Toleransi Menguat
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Investor Kehilangan Dana Investasi? Simak Mekanisme Klaim Ganti Rugi dari SIPF
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Viral! Diduga THR Miliknya Dibelikan Emas, Sirna Harapan Sang Anak Hingga Menangis Histeris 
• 12 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.