jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen. Angka ini mencerminkan apresiasi tinggi dari para pemudik terhadap kinerja pemerintah dan kepolisian dalam mengelola arus mudik dan arus balik tahun ini.
Pengamat transportasi Darmaningtyas menjelaskan bahwa keberhasilan mudik tahun ini dapat diukur dari dua indikator utama, yakni kelancaran dan keselamatan perjalanan.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026, Pengiriman KAI Logistik Tembus Capai 3.133 Ton
"Dalam mudik ada dua indikator, satu soal kelancaran, kedua dari aspek keselamatan. Dengan adanya One Way bagi pemudik maupun saat arus balik tentu itu membuat perjalanan lancar. Aspek keselamatan salah satu yang selalu kita harapkan kalau saat mudik adalah menurunnya angka laka lantas baik luka ringan berat maupun meninggal," ujar dia dalam siaran persnya, Rabu (8/4).
Kedua indikator tersebut dinilai berhasil dicapai pada penyelenggaraan mudik tahun ini, sehingga wajar jika masyarakat memberikan penilaian tinggi.
BACA JUGA: 79,8% Publik Puas, Operasi Ketupat 2026 Sukses Tekan Lakalantas & Fatalitas
"Dua indikator itu sebenarnya tercapai pada tahun ini, wajar apabila masyarakat pemudik mengapresiasi dengan memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap kinerja lalu lintas dalam penyelenggaraan angkutan mudik 2026 baik saat arus mudik maupun arus balik," tambah Darmaningtyas.
Menurutnya, tingginya apresiasi masyarakat tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dalam penyampaian informasi dan pemanfaatan teknologi.
BACA JUGA: Pengamat: 94% Masyarakat Puas, Operasi Ketupat 2026 Mampu Tekan Angka Kecelakaan
Apresiasi yang tinggi dari masyarakat tidak lepas dari adanya koordinasi dan kolaborasi antarberbagai pihak dalam penyelenggaraan mudik lebaran, termasuk juga di dalam mengomunikasikan regulasi-regulasi terkait dengan mudik, dan juga tentu ditopang oleh teknologi yang baik terutama dari command center Jasa Marga bisa melihat kepadatan lalu lintas, sehingga kepolisian bisa menentukan kebijakan rekayasa apakah contraflow atau one way.
Dia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini.
"Sinergi dan koordinasi kolaborasi antar berbagai pihak yang mendorong atau mewujudkan penyelenggaraan angkutan mudik lebaran lancar dan selamat," kata dia.
Meski demikian, dari sisi kenyamanan masih terdapat sejumlah catatan, terutama terkait kepadatan di rest area. Hal ini dinilai bisa dipahami, mengingat situasi yang terjadi dilapangan.
"Dari aspek kenyamanan saya kira dalam kondisi seperti ini kita tidak bisa bicara kenyamanan. Misalnya saat memasuki rest area pengguna kendaraan pribadi parkir di bahu jalan tentu ini mengurangi kenyamanan tetapi dalam situasi yang di luar kebiasaan minus kenyamanan ini bisa dipahami," ungkapnya.
Ke depan, Darmaningtyas mendorong adanya optimalisasi jalur arteri untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik untuk pergerakan kendaraan, sehingga dapat mengurangi beban yang ada di jalan tol dan arteri.
"Pada saat mudik arteri bisa dimanfaatkan bagi mereka yang dari arah Timur ke arah Jabodetabek demikian juga pada saat arus balik arteri bisa dimanfaatkan untuk mereka yang akan melakukan pergerakan dari arah Jabodetabek ke arah Timur supaya lancar di tol maupun di arteri sehingga tidak ada yang merasa dirugikan," jelasnya.
Darmaningtyas mengingatkan pentingnya persiapan sejak dini untuk menghadapi mudik tahun berikutnya, termasuk dalam hal infrastruktur.
"Hal yang perlu diperhatikan sejak sekarang karena waktu lebaran berikutnya 11 bulan lagi harus dipersiapkan sehingga anggaran untuk perbaikan jalan di arteri sudah dialokasikan sekarang. Tahun depan pada saat lebaran jalan arterinya sudah siap demikian juga jalan tolnya ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah," pungkas dia. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei KedaiKOPI: 84,1% Publik Puas terhadap Kinerja Polri Selama Mudik Lebaran
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




