Pria Tewas Tenggelam di Waduk Cincin Usai Melompat Dikejar-kejar Warga

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial DS (28) tewas tenggelam di Waduk Cincin, Jakarta Utara usai melompat karena dikejar-kejar warga, Selasa (7/4/2026) sore.

Ketua Operasi Basarnas SAR Jakarta, Rifan mengatakan warga melihat korban sempat berenang hingga 25 meter.

“Kalau untuk info terakhir itu katanya sih dikejar dari warga. Untuk penyebabnya kita kurang tahu," jelas Rifan di lokasi pada Rabu (8/4/2026).

Baca juga: 4 Pekerja Proyek Bangunan TB Simatupang Tak Gunakan APD Saat Ditemukan Tewas

Namun Rifan tidak mengetahui penyebab korban DS dikejar-kejar oleh warga.

Saat berenang, korban DS tidak muncul kembali ke daratan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

"Ketika dipanggil si korban itu tidak kembali ke daratan, tidak menyahut dan langsung tenggelam," jelasnya.

Petugas Basarnas menerima laporan orang tenggelam sekitar pukul 21.10 WIB. Kemudian petugas langsung melakukan pencarian di lokasi.

Namun korban DS ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu sekitar pukul 09.25 WIB.

"Korban kita temukan mengambang, ya di mana untuk posisi penemuan itu 5 meter dari posisi si korban itu tenggelam," ungkap Rifan.

Baca juga: Empat Pekerja Tewas di Penampungan Air TB Simatupang, Polisi Uji Sampel Gas

Proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rifan menambahkan, petugas menghadapi kendala saat evakuasi korban karena banyak sampah dan lumpur di dasar waduk.

“Kesulitannya mungkin di area bawah, karena kebanyakan sampah dan lumpur,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala BNN Usulkan Larangan Vape, MUI: Kita Dukung!
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kronologi Siswa SMP Sragen Tewas Usai Saling Ejek Nama Bapak, Tetangga Ungkap Sifat Asli Korban Semasa Hidup
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Persaingan Makin Ketat, Omesh Sebut Industri Hiburan Butuh Sosok Multitalenta
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Kemenperin Dorong Digitalisasi IKM untuk Perluas Pasar di Tengah Lonjakan Ekonomi Digital
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Sempat Minder dan Kubur Mimpi, Yuana Kini Diterima di 12 Kampus Luar Negeri
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.