Bisnis.com, PADANG - Stadion Haji Agus Salim yang kini hampir berusia setengah abad pada pertengahan tahun 2026 ini akan dilakukan rekonstruksi atau pembangunan ulang dengan desain yang baru setelah mendapat dukungan dana dari Kementerian Pekerja Umum.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat melakukan kunjungan ke Padang pada Rabu (8/4) mengatakan bahwa Kementerian PU telah menyatakan dukungan untuk rekonstruksi Stadion Haji Agus Salim Padang, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat untuk kemajuan di Sumatra Barat.
“Alokasi anggaran sudah ada yakni Rp400 miliar untuk masa pengerjaan satu tahun tuntas,” katanya, Rabu (8/4/2026).
Dia menyampaikan sebelumnya Stadion Haji Agus Salim Padang itu direncanakan untuk direnovasi, namun setelah melakukan kajian kembali bersama Kementerian PU, maka diambil keputusan untuk melakukan pembangunan ulang dengan desain yang modern, dan tetap menampilkan ikon Minangkabau, karena stadion ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar.
“Rencana desainnya sudah ada, ada bentuk gonjong dan warna marawa juga, identik sekali dengan Minangkabau. Kemudian kapasitas di stadion juga ditingkatkan dari 10.000 set/orang menjadi 15.000 set/orang,” ujarnya.
Andre berharap rekonstruksi Stadion Haji Agus Salim ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tenggat waktu yang telah diberikan yakni satu tahun pengerjaan tuntas 100% dengan anggaran Rp400 miliar.
Baca Juga
- Kementerian PU Izinkan Angkutan BBM Lalui Jalur Lembah Anai Sumbar
- Kementerian PU Siapkan 6 Strategi Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
- Diskon Tol Lebaran 2026 Berlaku di 29 Ruas, Kementerian PU Beberkan Jadwal dan Skemanya
“Jadi selama pembangunan dilakukan, tim Semen Padang FC akan menjadi tim musafir untuk satu musim, dan akan kembali bisa merumput ke kampung halaman pada musim 2027/2028,” ungkap Andre yang juga dikenal sebagai Duta Sumbar ini.
Terkait penataan di lingkungan stadion pada saat pengerjaan nanti, Andre menekankan kepada Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Wilayah Sumbar dan Pemprov Sumbar melakukan pendekatan yang ramah dan baik kepada masyarakat maupun ke pedagang.
“Saya berharap jangan sampai ada masyarakat merasa dirugikan adanya pembangunan ulang stadion ini. Utamakan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat dan pedagang terlebih dahulu, karena saya melihat banyak pedagang di sekitar stadion dan aktivitas masyarakat juga ramai,” kata dia.
Di kesempatan itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Wilayah Sumbar, Jihat menjelaskan bahwa diperkirakan pada Mei 2026 tahapan pengerjaan rekonstruksi bisa dimulai.
Sebelum proses tender ini selesai, kami bersama Pemprov Sumbar nantinya akan melakukan sosialisasi juga, termasuk penataan kepada pedagang-pedagang yang ada di kawasan Stadion Haji Agus Salim ini. Karena pada saat ini pengerjaan ini, sekitar proyek harus clear dulu,” tegasnya.
Jihat bilang secara umum desain Stadion Haji Agus Salim yang baru nanti akan terlihat lebih modern dan tetap mengedepankan ikon Minangkabau.
Kemudian dari sisi di dalam stadion, untuk arena pacu lari atau jogging track tidak lagi berada di dalam, tapi akan dibuatkan di luar stadion, seperti yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Intinya secara desain dan fasilitas lainnya, Stadion Haji Agus Salim menetapkan standar AFC,” tegasnya.





