Bisnis.com, SERANG - Ada pemandangan tak biasa ketika pertama kali menjejakkan kaki di kawasan pabrik PT Arwana Citramulia Tbk. Kawasan yang biasanya identik dengan deru bising suara mesin dan suasana yang kaku, justru terlihat asri dan terbuka, dipenuhi pepohonan rindang, kolam, serta instalasi seni.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah sebuah patung berbentuk wajah manusia dengan rambut dari tanaman hidup yang menjuntai. Sekilas tampak seperti karya seni, padahal di balik itu ada fungsi yang tak biasa yakni sebagai kandang ayam.
Elemen-elemen seperti ini ternyata memang merupakan bagian dari konsep pabrik yang menggabungkan fungsi industri dengan pendekatan lingkungan dan estetika.
Chief Marketing Officer Rudy Sujanto menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan bagian dari filosofi pendiri perusahaan yang sejak awal menekankan keseimbangan antara bisnis, lingkungan, dan sosial.
“Kami memang mengusung konsep pabrik terbuka. Tidak ada tembok yang memisahkan pabrik dengan lingkungan sekitar. Kami ingin menciptakan ruang kerja yang sehat sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Rudy, desain terbuka tersebut tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga efisiensi. Pabrik dirancang untuk memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara, sementara kolam-kolam yang tersebar di area produksi berfungsi menampung air hujan yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan operasional.
Bangunan pabrik juga dirancang open space, memaksimalkan cahaya alami sehingga mengurangi kebutuhan listrik di siang hari.
Baca Juga
- Arwana Citramulia (ARNA) Anggarkan Rp100 Miliar untuk Buyback Saham
- Produsen Keramik Arwana (ARNA) Realisasikan Buyback Rp10,87 Miliar
- Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 16,54%
Udara di dalam pabrik terasa lebih sejuk dibandingkan bayangan umum tentang industri berat. “Kalau lingkungan kerja nyaman, manusia juga bekerja lebih baik. Konsepnya sederhana, memanusiakan manusia,” kata Rudy.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut diperkuat melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah fasilitas produksi perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menekan konsumsi energi konvensional.
Chief Operating Officer Edy Suyanto menegaskan bahwa pendekatan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi bisnis perseroan. “Keberlanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk tumbuh. Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Edy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia menambahkan, di tengah tekanan industri, khususnya dari sisi energi, efisiensi dan pengelolaan operasional menjadi kunci menjaga kinerja perusahaan tetap solid. Ini terlihat juga dari rapor laporan keuangan PT Arwana Citramulia Tbk yang tetap menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025.
Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,91 triliun atau tumbuh 10,71% secara tahunan, ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta penguatan portofolio produk. Di sisi profitabilitas, laba bersih tercatat Rp400,48 miliar dengan margin 13,74%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





