Aji Jaya selaku Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors sebagai agen pemegang merek Mitsubishi Fuso menjelaskan, truk pesanan PT Agrinas Pangan Nusantara mulai didistribusikan.
"Proyek untuk Agrinas sudah kita mulai distribusikan. Kalau kami kan yang menyediakan barang, sementara yang melakukan transaksi dengan Agrinas itu salah satu diler kami," buka Aji ditemui di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Sampai dengan Maret kemarin, Fuso sudah menyuplai sekitar 2.600 unit truk ke PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Tentunya (distribusi unit untuk Agrinas) masih berlanjut hingga Desember nanti. Jadi sekali lagi terima kasih kami dipercaya oleh Agrinas untuk bisa berpartisipasi memenuhi kebutuhan mereka," katanya.
Ia tak menampik, jumlah pesanan dari PT Agrinas kemungkinan dapat mengganggu proses distribusi unit yang dipesan oleh konsumen retail atau reguler. Namun Aji memastikan pabrikan telah melakukan adaptasi produksi untuk memenuhi permintaan.
"Ya memang pada awalnya harus ada konsumen yang menunggu karena kita punya komitmen dan fokus memenuhi proyek pemerintah. Tetapi perlahan-lahan secara gradual kembali normal produksi kita untuk bisa menyuplai proyek dan kita sudah komitmen juga memenuhi pasar umum baik itu retail mau pun konsumen," tandasnya,
Mitsubishi Fuso adalah salah satu pabrikan yang menerima pesanan pengadaan kendaraan niaga kebutuhan operasional PT Agrinas Pangan Nusantara untuk pengantaran logistik program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Adapun Mitsubishi Fuso dipercaya untuk menyuplai proyek Agrinas sebanyak 20.600 unit. Proses pengadaan melalui diler kami PT DIPO," ucap Aji dihubungi terpisah, Selasa (7/4/2026).
Mengenai detail model, Aji membeberkan produknya adalah jenis light duty truck atau LDT yakni Canter dengan status seluruh unitnya telah dibuat di dalam negeri atau completely knocked down (CKD).
Pada dokumen yang diterima kumparan, disebutkan pemesanan truk tersebut melalui agen distributor Fuso yaitu PT Dipo Internasional Pahala Otomotif atau DIPO yang diminta menyediakan 20.600 unit kendaraan truk 6 ban.
Dijabarkan pula, PT Arginas telah menyetor uang muka kepada DIPO sebesar dua triliun rupiah atau Rp 2.840.400.000.000 yang dilakukan pada awal April ini. Adapun nilai kontraknya mencapai Rp 10.835.600.000 atau lebih dari sepuluh triliun rupiah.
Agrinas sebelumnya mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak akibat pengadaan truk pikap asal India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit. Status unitnya completely built up (CBU) alias didatangkan utuh dari luar negeri.
Ihwal impor ratusan ribu pikap dari India mencuat melalui rilis resmi merek otomotif Mahindra dan Tata. Keduanya merupakan pabrikan asal India, yang memproduksi kendaraan niaga berupa pikap dalam format 4x4.
Tata Motors yang menyetujui penjualan sebanyak 70 ribu unit dari masing-masing model Yodha PU berjumlah 35 ribu unit dan truk Ultra T.7 dengan total 35 ribu unit. Kedua adalah Mahindra lewat model Scorpio Pik Up sejumlah 35 ribu unit.





