JAKARTA, KOMPAS.TV - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyambut positif keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memperluas penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk orang dewasa.
Kebijakan ini dinilai membuka akses yang lebih luas sekaligus menghadirkan pilihan vaksin yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sejak 7 April 2026, BPOM resmi memberikan persetujuan penggunaan vaksin campak Bio Farma untuk kelompok dewasa yang berisiko terinfeksi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan penyebaran campak, terutama di kalangan tenaga kesehatan dan kelompok rentan.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, menilai kehadiran vaksin produksi dalam negeri menjadi solusi penting.
Baca Juga: Link Live Streaming Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Champions, Kick-off Jam 02.00 WIB
"Dan tentu saja karena sudah ada vaksin yang sebelumnya sudah boleh diberikan pada orang dewasa, dua vaksin (dari GSK dan MSD), tetapi vaksin produk Bio Farma yang tentu saja selain produk dalam negeri, lebih murah, bisa diberikan lebih banyak kepada orang," kata Sukamto dikutip Antara, Rabu (8/4/2026).
Vaksinasi Dewasa Bisa Dilakukan Mandiri
Dengan adanya izin ini, vaksinasi campak tidak lagi terbatas pada kelompok prioritas. Masyarakat umum yang ingin melindungi diri kini bisa mengakses vaksin secara mandiri.
Menurut Sukamto, langkah ini penting agar upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada program pemerintah.
"Dan tentu saja karena sudah ada vaksin yang sebelumnya sudah boleh diberikan pada orang dewasa, dua vaksin (dari GSK dan MSD), tetapi vaksin produk Bio Farma yang tentu saja selain produk dalam negeri, lebih murah, bisa diberikan lebih banyak kepada orang," katanya.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- vaksin campak
- vaksin dewasa
- bpom ri
- papdi indonesia
- dokter spesialis penyakit dalam




