Menlu Iran Abbas Araghchi mempersoalkan serangan Israel ke Lebanon yang terjadi pada Rabu (8/4). Serangan besar-besaran itu dikabarkan menewaskan 200-an orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Serangan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat (AS)-Iran menyepakati aturan gencatan senjata selama 2 pekan, yang dimediasi oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif. PM Sharif juga menyebut, gencatan senjata ini seharusnya juga berlaku untuk Lebanon.
"Dunia sekarang sedang melihat pembantaian di Lebanon. Bolanya sekarang ada di AS, apakah mereka akan memenuhi komitmen?" kata Araghchi, lewat akun X nya, Kamis (9/4).
AS merupakan sekutu terdekat Israel. Kedua negara ini berkoalisi menyerang Iran per 28 Februari yang memicu krisis energi global.
Selain itu, Araghchi juga menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya mencakup agresi Israel ke Lebanon.
"Gencatan senjata AS-Iran syaratnya jelas, AS harus memilih gencatan senjata atau meneruskan perang lewat Israel. Mereka tak bisa memilih keduanya," ucap Araghchi.
Araghchi juga menampilkan cuitan PM Sharif terutama pada poin penghentian serangan kepada sekutu-sekutu Iran dan gencatan senjata di Lebanon.
Sejak invansi darat Israel ke Lebanon pada medio Maret lalu, serangan para Rabu merupakan serangan paling brutal. Serangan dilakukan lewat udara pada area yang luas.





